SAMARINDA – Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar itu dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.
Anggota
Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan besarnya
investasi yang telah dikucurkan seharusnya mampu menghadirkan pusat perdagangan
lebih hidup dan mendorong perputaran ekonomi di Kota Samarinda. Namun, kondisi
di lapangan menunjukkan Pasar Pagi masih belum ramai dikunjungi masyarakat.
"Kita
lihat sekarang Pasar Pagi, sudah mengeluarkan dana 400 sampai 500 miliar, tapi
yang datang ke sana masih sepi," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut
Romadhony, revitalisasi Pasar Pagi tidak hanya bertujuan memperbarui bangunan
fisik, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan aktivitas perdagangan
dan menggerakkan roda perekonomian daerah. "Harapannya Pasar Pagi itu bisa
meningkatkan perputaran ekonomi yang masif di Samarinda," katanya.
Ia
mengakui kondisi saat ini masih berada pada tahap awal pasca revitalisasi
sehingga proses adaptasi pedagang maupun masyarakat masih berlangsung. Meski
demikian, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan upaya
mengoptimalkan fungsi pasar.
Romadhony
menegaskan, Pemerintah Kota Samarinda perlu memastikan investasi besar yang
telah dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari megahnya bangunan,
tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap perekonomian warga, khususnya
para pedagang.
"Masih
tahap awal, kita bisa maklumi. Tapi ke depan pemerintah kota harus mencari
solusi bagaimana Pasar Pagi ini bisa menjamin keberlangsungan perputaran
ekonomi," tegasnya.
Ia
pun mengingatkan bahwa anggaran revitalisasi berasal dari pajak masyarakat
sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan melalui manfaat yang
dirasakan secara langsung.
"Sudah
dibangun megah dari pajak masyarakat Kota Samarinda, tapi kami khawatir tidak
berdampak apa-apa untuk masyarakatnya," ucap Romadhony. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
