Penyaluran DBH Tak Kunjung Naik, DPRD Samarinda Siap Datangi Pemprov

SAMARINDAKetua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memastikan pihaknya akan mengambil langkah konkret apabila realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) pajak daerah untuk Kota Samarinda tidak menunjukkan perkembangan hingga memasuki triwulan ketiga 2026.

Hingga 31 Juli 2026, penyaluran DBH baru mencapai Rp190,79 miliar atau 35,69 persen dari pagu Rp534,56 miliar. Kondisi itu menyisakan selisih sekitar Rp343 miliar yang harus disalurkan dalam lima bulan terakhir tahun anggaran.

"Kalau memang diperlukan, kami akan minta bertemu pemerintah provinsi untuk mencocokkan angka itu dan menanyakan kenapa masih belum ditransfer," kata Iswandi di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis (13/8/2026).

Ia mengatakan, DPRD ingin mengetahui secara pasti apakah keterlambatan tersebut disebabkan ketersediaan kas, mekanisme penyaluran yang memang dilakukan per triwulan atau semester, atau faktor lainnya.

Menurut Iswandi, kepastian penyaluran DBH menjadi penting, karena Pemerintah Kota Samarinda telah menyusun berbagai program pembangunan berdasarkan asumsi penerimaan sebesar Rp534,56 miliar.

"Jangan sampai pembangunan yang sudah dianggarkan ternyata uangnya belum masuk. Itu bisa mengganggu kas pemerintah kota dan akhirnya berdampak pada pelayanan masyarakat," ujarnya.

Iswandi mengaku masih optimistis seluruh hak Kota Samarinda dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Namun, apabila hingga bulan berikutnya realisasi tetap tidak bergerak signifikan, Komisi II akan meminta penjelasan langsung kepada Pemprov Kaltim.

"Kalau sampai bulan depan atau masuk triwulan ketiga angkanya masih belum naik, kita akan datangi dan minta kepastian apa masalahnya," tegasnya.

Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak memperberat tekanan fiskal Kota Samarinda yang sebelumnya telah terdampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

"Jangan sampai sudah ada pemotongan TKD dari pusat, lalu hak pemerintah kota dari provinsi juga terlambat. Nanti uang pembangunan dari mana lagi," pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan