SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem skrining di fasilitas pelayanan tingkat pertama sebagai langkah meningkatkan deteksi dini terhadap kasus Infeksi Menular Seksual (IMS), Tuberkulosis (TB), maupun HIV/AIDS.
Wakil
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai meningkatnya
temuan kasus penyakit menular harus direspons dengan sistem pelayanan kesehatan
yang lebih baik, mulai dari pemeriksaan awal hingga penanganan pasien.
"Penguatan
sistem kesehatan daerah harus mencakup deteksi dini, pencatatan data, serta
koordinasi antar fasilitas layanan kesehatan agar penanganan kasus bisa
dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Sri
Puji menyampaikan, skrining yang dilakukan secara optimal akan membantu tenaga
kesehatan menemukan kasus sejak dini, sehingga pasien segera memperoleh
pengobatan dan meminimalkan risiko penularan kepada orang lain.
Menurut
dia, Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan
kesehatan. Karena itu, fasilitas kesehatan tingkat pertama harus didukung
dengan sistem pencatatan yang baik serta koordinasi yang kuat dengan rumah
sakit dan instansi terkait.
"Semakin
cepat ditemukan, semakin cepat juga pasien bisa mendapatkan pengobatan. Itu
yang harus kita dorong," katanya.
Selain
penguatan layanan kesehatan, Sri Puji juga menilai edukasi kepada masyarakat
harus terus ditingkatkan agar warga tidak ragu melakukan pemeriksaan ketika
mengalami gejala maupun memiliki faktor risiko.
"Kesadaran
masyarakat untuk melakukan pemeriksaan juga menjadi bagian penting dalam
memutus rantai penularan," tutupnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
