Ketua DPRD Samarinda Ingatkan Belanja Wajib ASN Tidak Boleh Dikesampingkan

SAMARINDAKetua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengingatkan agar kebijakan efisiensi anggaran tidak mengabaikan belanja wajib pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan hak-hak aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Helmi, efisiensi memang diperlukan untuk menjaga kesehatan fiskal daerah. Namun, pemerintah tetap memiliki kewajiban memenuhi hak ASN agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

"Meski efisiensi, belanja wajib terhadap ASN tetap tidak boleh dikesampingkan," terang Helmi, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, belanja pegawai merupakan komponen yang bersifat wajib dan harus dipenuhi sesuai kemampuan keuangan daerah. Pemenuhan kewajiban tersebut juga berpengaruh terhadap stabilitas birokrasi dalam menjalankan pelayanan publik.

Karena itu, Helmi menilai efisiensi sebaiknya diarahkan pada belanja-belanja yang kurang prioritas, sementara anggaran yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kewajiban pemerintah tetap dipertahankan.

"Semoga Pemkot mampu menyusun kebijakan anggaran secara seimbang, jadi target efisiensi dapat tercapai tanpa mengganggu kinerja aparatur maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat," jelas Helmi.

Helmi menambahkan, keseimbangan antara efisiensi dan pemenuhan kewajiban pemerintah menjadi bagian penting dalam pengelolaan APBD.

"Dengan demikian, penataan anggaran tidak hanya mampu menjaga kondisi keuangan daerah, tetapi juga memastikan pelayanan publik tetap berlangsung secara optimal," ucap Helmi. (adv)

Penulis: Hairil Riswan