Ketua DPRD Samarinda Dukung Peningkatan Kualitas dan Pasar Air Minum Kemasan Samaqua

SAMARINDADPRD Kota Samarinda mendukung pengembangan produk air minum kemasan lokal Samaqua sebagai salah satu produk daerah yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat. Namun, pengembangan produk tersebut dinilai harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan keberadaan Samaqua merupakan bagian dari upaya menghadirkan produk lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah dan pengelola perlu memastikan kualitas produk terus ditingkatkan agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Kalau bicara kualitas, Samaqua ini tidak kalah. Dari sisi bisnis, mereka harus meningkatkan kualitas dalam rangka menembus pasar. Pasarnya kan banyak di Samarinda," ujar Helmi, Rabu (19/8/2026).

Ia menyebut Samaqua dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi Samarinda karena merupakan produk yang dikembangkan dari daerah. Meski demikian, Helmi menegaskan dukungan terhadap produk lokal tidak berarti menutup ruang bagi produk air minum lainnya untuk berkembang.

"Karena ini produk kita sendiri, paling tidak khususnya di Samarinda ini bisa menjadi kebanggaan. Kita bangga ada produk kita sendiri, tetapi tidak menutup produk-produk lain untuk berkembang," katanya.

Menurut Helmi, pengembangan Samaqua juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Ia menilai keberadaan produk air minum kemasan tersebut tidak boleh membuat pelayanan utama Perumda Air Minum terhadap kebutuhan air bersih rumah tangga terganggu.

Helmi menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah kota, pengelolaan Samaqua saat ini diposisikan terpisah dari pelayanan air bersih. Ke depan, terdapat kemungkinan pengelolaannya dialihkan kepada perusahaan daerah yang menangani sisi bisnis tersebut.

"Yang disampaikan Pak Wali kemarin, ini terpisah. Sementara memang masih di bawah Perumda, tapi tidak menutup kemungkinan nanti bisa diambil oleh Perusda. Yang jelas pelayanan PDAM terhadap penjualan air bersih ke rumah-rumah tidak boleh terganggu," tuturnya.

Terkait potensi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Helmi mengatakan pemerintah belum perlu terburu-buru membebankan target pendapatan kepada Samaqua. Menurutnya, tahap awal harus difokuskan pada penguatan kualitas produk dan pemasaran agar bisnis tersebut dapat berjalan secara sehat.

"Harapan kita ke depan tentu memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah kota. Nilai investasinya juga ada. Tapi kita lihat dulu, ini kan masih baru berjalan. Yang penting kualitas dan pemasarannya ditingkatkan dulu," tegas Helmi.

Sementara mengenai kemungkinan gangguan produksi akibat intrusi air laut ke Sungai Mahakam, Helmi menyebut persoalan tersebut lebih berkaitan dengan aspek teknis yang menjadi kewenangan pengelola. Ia memahami sumber air yang digunakan berada di wilayah hulu Mahakam sehingga intrusi air asin dinilai tidak serta-merta memengaruhi lokasi pengambilan air.

"Kalau bicara itu teknis, mereka yang lebih paham. Yang saya tahu sumber pengambilannya bukan di dekat sini, tetapi di hulu Mahakam. Jadi selama ini air asin itu tidak sampai ke pusat pengambilan airnya. Tapi itu memang persoalan teknis," pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan