Kesehatan dan Pendidikan Harus Tetap Jadi Prioritas di Tengah Efisiensi Anggaran

SAMARINDADPRD Kota Samarinda mengingatkan Pemerintah Kota Samarinda agar sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dua sektor tersebut dinilai merupakan pelayanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan tidak boleh terdampak keterbatasan fiskal.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pembahasan arah pembangunan daerah harus tetap berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, efisiensi anggaran seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, bukan mengurangi perhatian terhadap sektor-sektor vital.

"Kesehatan, pendidikan, kemudian infrastruktur yang memang betul-betul berdampak terhadap lingkungan masyarakat, itu yang harus diprioritaskan," ujar Helmi, Selasa (4/8/2026).

Ia menilai layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas merupakan hak masyarakat yang harus dijamin pemerintah daerah. Karena itu, alokasi anggaran untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu tetap dipertahankan meski ruang fiskal semakin terbatas.

Hal yang sama juga berlaku bagi sektor pendidikan. Helmi menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah di masa mendatang. Oleh sebab itu, dukungan terhadap dunia pendidikan tidak boleh berkurang hanya karena adanya penyesuaian anggaran.

"Penyusunan program pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas pelayanan publik," jelas Helmi.

Pandangan itu sendiri sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Samarinda dalam penyusunan APBD 2026 yang memfokuskan belanja pada kebutuhan wajib dan pelayanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan, di tengah menurunnya kemampuan fiskal akibat kebijakan efisiensi dana transfer pemerintah pusat.

Helmi berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah kota dapat memastikan pelayanan dasar tetap berjalan optimal. "Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya," pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan