TANJUNG REDEB - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Berau sudah masuk ke status siaga. Ini membuktikan perlunya kerja nyata semua pihak agar bencana ini bisa dikendalikan dan tak makin meluas.
Unsur Forkopimda ikut turun melihat langsung kondisi di lapangan. Di salah satu titik Karhutla, yakni di Kampung Labanan dan Jalan Poros Kelay Kilometer 9. Bupati Berau Sri Juniarsih bersama Wabup Berau Gamalis, dan lainnya, memantau bagaimana upaya pemadaman Karhutla dari petugas.
"Saya sudah melihat langsung bagaimana cepatnya api melahap lahan
yang ada. Saat ini, selain pemadaman kita juga perlu fokus pencegahan agar
karhutla ini tidak semakin bertambah," ujar wakil Bupati Berau, Gamalis.
Dia meminta semua pihak mulai unsur Forkopimda Kabupaten Berau, jajaran
TNI, jajaran Polri, Kepala BPBD serta seluruh jajaran, serta perangkat daerah
terkait bahkan hingga perusahaan, agar bisa bergandengan tangan dalam upaya
pemadaman.
"Saya lebih kepada menyampaikan hari ini sudah waktunya kita
melakukan kerja-kerja kolaboratif. Karena pencegahan harus menjadi prioritas
buat kita. Kita perlu memperkuat koordinasi, meningkatkan persiapan, kesiapan
melakukan pemantauan wilayah, rawan kebakaran, dan lain sebagainya,"
tegasnya.
Gamalis mengajak semua pihak dapat bekerja sama, melakukan segala upaya. Banyak kebutuhan dalam proses pemadaman ini.
"Fokusnya lebih ke infrastruktur
dan peralatan kebakaran. Saya berharap mudah-mudahan pihak perusahaan memiliki
pemadam, untuk dapat menyumbangkan sementara, mengambil bagian dalam proses pemadaman,"
ucap dia. (mel/nk/adv)

