TANJUNG REDEB - Jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Berau terus bertambah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru. Ratusan hektar lahan yang sudah habis terbakar, menjadi pertanda bencana Karhutla ini tak lagi hanya sekedar kebakaran biasa.
Usai melihat langsung kondisi di dua titik pada Selasa (18/8/2026) siang, Bupati
Berau Sri Juniarsih memutuskan melakukan rapat koordinasi (rakor) dadakan
dengan memanggil semua pihak khususnya perusahaan.
"Saya minta semua perusahaan, khususnya yang berdekatan dengan
sumber karhutla, bisa ikut turun membantu pemadaman. Makanya, saya sengaja kumpulkan
malam ini, agar bisa ditemukan komitmen bersama," ujar Bupati Berau Sri
Juniarsih Mas saat memimpin rakor penanganan Karhutla, Selasa (18/8) malam.
Menurutnya, penanganan Karhutla di lapangan masih menghadapi sejumlah
kendala. Selain lokasi kebakaran sulit dijangkau, keterbatasan sarana dan
prasarana menjadi tantangan tersendiri ketika kebakaran terjadi secara
bersamaan di sejumlah wilayah.
Saat ini, kata dia, sekitar 52
unit sarana pemadam tersebar di 13 kecamatan. Jumlah tersebut dinilai belum
sebanding dengan luas wilayah yang memiliki potensi terdampak Karhutla.
“Termasuk persoalan sumber air dan keterbatasan BBM untuk operasional
armada. Ini yang menjadi kendala tim di lapangan,” jelasnya.
Keterbatasan anggaran akibat efisiensi membuat pemerintah daerah
membutuhkan dukungan lebih besar dari pihak swasta. Sri Juniarsih pun secara
terbuka meminta perusahaan perkebunan, kehutanan, maupun pertambangan mengambil
bagian dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
“Saya meminta, mengetuk hati, dan mengajak komitmen seluruh perusahaan
untuk turun tangan. Bantuan personel, peralatan, hingga BBM sangat kami
butuhkan untuk tim yang bekerja siang malam di lapangan,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkab Berau telah menerbitkan SK Bupati
Berau Nomor 301 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Siaga Bencana
Hidrometeorologi Basah dan Kering. Selain itu, telah diterbitkan pula Himbauan
Bupati Berau Nomor 300.2.3/587/BPBD tertanggal 11 Agustus 2026. (mel/nk/adv)

