SANGATTA – Prestasi membanggakan ditorehkan pemanjat muda Kutai Timur. Atlet panjat tebing Rizky Sholeh Akbar, binaan Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur, dipercaya memperkuat Tim Nasional (Timnas) Panjat Tebing Muda Indonesia pada ajang World Climbing Asia Youth Championship 2026 di Guiyang, Tiongkok.
Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Agustus
2026. Akbar turun di kategori U17 Men disiplin Lead, bersaing dengan pemanjat muda
dari berbagai negara Asia.
Dalam rilis resmi FPTI, Akbar menjadi satu dari 13 atlet muda
Indonesia yang dipilih untuk tampil dalam kejuaraan tersebut. Kontingen
Indonesia akan berkompetisi pada tiga disiplin, yakni Lead, Speed, dan Boulder.
Persiapan Akbar juga telah memasuki tahap akhir. Ia bertolak
menuju Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak 16
Agustus 2026 sebelum dijadwalkan berangkat ke Tiongkok pada Rabu (19/8/2026).
Selain menjalani latihan, Akbar juga menyelesaikan rangkaian
tes kesehatan pada Selasa (18/8/2026). Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu
persyaratan sebelum atlet mengikuti kejuaraan internasional.
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, menyebut
keberhasilan Akbar menembus timnas menjadi pencapaian penting sekaligus
suntikan motivasi bagi atlet-atlet panjat tebing Kutim lainnya. Keberhasilan
tersebut menunjukkan bahwa pembinaan atlet di daerah memiliki peluang untuk
menghasilkan pemanjat yang mampu bersaing hingga level internasional.
“Ini momen yang sangat berharga sekaligus pemantik
semangat bagi atlet-atlet kita yang sedang berlatih menghadapi Porprov Paser.
Semoga apa yang ditargetkan dapat tercapai, bahkan melebihi harapan,” kata Aji.
Pelatih FPTI Kutim, Fitriyadi, juga menyambut positif
kesempatan yang diperoleh Akbar. Ia menyadari persaingan pada level Asia tidak
mudah, namun menilai anak asuhnya memiliki kemampuan untuk memberikan
perlawanan.
“Persaingan di level Asia sangat ketat. Tapi saya pikir Akbar
bisa bersaing dengan pemanjat muda Asia lainnya, mengingat Akbar punya kualitas
bagus,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih lainnya, Jamal Al Hadad, menilai
keberangkatan Akbar ke kejuaraan Asia menjadi energi tambahan bagi tim pelatih
untuk terus mengembangkan potensi atlet-atlet muda di Kutai Timur.
Dia berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada satu
nama, tetapi menjadi bagian dari proses panjang untuk melahirkan lebih banyak
pemanjat berprestasi dari Kutim dan Kaltim.
“Kami terus berkomitmen mencetak atlet-atlet muda berbakat
dari Kutai Timur. Keberhasilan Akbar ke kejuaraan Asia adalah bukti bahwa
proses pembinaan berjalan ke arah yang benar,” tegas Jamal. (mar/nk)
