TANJUNG REDEB - Hingga kini, kabut asap di Kabupaten Berau masih terus terjadi. Bahkan, beberapa sektor ikut terdampak, mulai dari kesehatan hingga pendidikan. Pemkab Berau pun kembali menggelar Salat Istisqa, sebagai bagian ikhtiar memohon turunnya hujan.
Salat Istisqa ketiga dilaksanakan
di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Rabu (2/9) pagi. Masyarakat yang berikhtiar
memohon hujan turun terlihat memadati halaman masjid sejak pukul 07.00 WITA.
Para jemaah bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan
membantu memadamkan titik-titik api yang masih terjadi di sejumlah wilayah
Berau. Pelaksanaan Salat Istisqa kali ini juga dihadiri ulama nasional Buya
Yahya yang memimpin rangkaian doa bersama.
“Pemerintah Berau terus bermohon agar hujan segera turun. Upaya dan
ikhtiar pun terus dilakukan agar hujan segera turun, mulai dari pelaksanaan TMC
(operasi modifikasi cuaca/OMC) hingga bermohon untuk adanya water bombing,”
ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Menurut Gamalis, berbagai langkah penanganan bencana terus dijalankan
secara bersamaan. Selain operasi modifikasi cuaca, menggandeng Mabes TNI,
pemerintah juga mengupayakan adanya pesawat water bombing untuk mempercepat
pemadaman kebakaran yang masih terjadi di beberapa lokasi.
“Kondisi karhutla di Berau masih memerlukan perhatian serius. Bahkan, di
Kecamatan Tabalar, kobaran api sempat mendekati kawasan permukiman sehingga
memaksa sebagian warga mengungsi demi keselamatan. Ini jadi perhatian khusus
kita,” tambahnya.
Pemkab Berau berharap ikhtiar melalui Salat Istisqa dapat berjalan
seiring dengan berbagai upaya penanganan di lapangan. “Dengan sinergi tersebut,
diharapkan hujan segera turun, sehingga kabut asap berkurang dan seluruh titik
api dapat segera dipadamkan,” ungkap dia. (mel/nk/Adv)

