MANTAN Gubernur Kaltim Isran Noor hadir di pembukaan Pesta Budaya Erau 2026, Minggu, 20 September 2026. Dia mengenakan baju adat takwo sebelah dengan kopiah hitam berlogo Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Wajahnya cerah dan tetap akrab dengan semua orang. Hanya satu yang hilang dari penampilannya. Biasanya dia suka memakai kaca mata hitam.
“Very good,”
katanya tersenyum ketika ditanya awak media. Wartawan suka bertanya kepada
Isran, karena jawabannya terkadang ceplas-ceplos dan menarik untuk ditulis. Apalagi
dia suka bercanda.
Isran punya perhatian
khusus terhadap budaya Kutai. Hubungannya juga sangat akrab dengan Sultan Aji
Muhammad Arifin, yang bertakhta sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
ke-21 sejak 15 Desember 2018. Saya lihat Sultan hadir dalam beberapa kali acara
doa untuk istri Isran, almarhumah Hj Norbaiti binti Amlan di Samarinda.
Erau kali ini pasti
sangat istimewa buat Isran. Karena bersamaan dengan hari ulang tahunnya ke-69.
Ia dilahirkan di Sangkulirang pada 20 September 1957. Saya lihat di grup WA,
ratusan orang mengucapkan selamat buat Isran. “Mat Milad Abah, nanti maju lagi
jadi gubernur 2029. Sekarang orang baru tahu kalau Abah Isran masih lebih
baik,” kata Abdul, warga di Teluk Lerong.
Sangkulirang itu bukan
Sangkuriang seperti cerita legenda di Jawa Barat. Sangkulirang adalah kota
kecamatan di pesisir utara Kabupaten Kutai Timur dengan jumlah penduduk sekitar
26 ribu jiwa. Dulu Sangkulirang masih bagian dari wilayah Kabupaten Kutai.
Yang menarik dari
Sangkulirang, karena di sana ada bentang alam karst terbesar di Asia Tenggara
yang sedang berproses menjadi Geopark Nasional. Namanya Karst
Sangkulirang-Mangkalihat.
Karst adalah bentuk
bentang alam (landform) unik di permukaan bumi yang terbentuk akibat
proses pelarutan batuan mudah larut, terutama batu gamping (kapur) atau
dolomit, oleh air hujan yang mengandung karbon dioksida. Kalau kita terbang ke
Bontang atau Berau, kita bisa melibat betapa indah dan menakjubkannya bentangan
karst yang berwarna putih.
Selain itu, di
Sangkulirang juga terdapat lukisan cadas kuno berusia sekitar 40 ribu tahun di
dinding gua seperti di Liang Tewet dan Gua Mengkuris.
Isran menjadi salah satu
putra kebanggaan orang Sangkulirang. Karena kariernya sangat cemerlang terutama
di politik dan pemerintahan. Dia pernah menjadi Bupati Kutai Timur, yang
kemudian mengantarkannya menjadi Gubernur Kaltim periode 2018-2023.
Setelah tak lagi menjadi
gubernur, Isran lebih banyak bermukim di Jakarta ditemani putri keduanya, Siti
Rahmawati Isran. Sesekali dia pulang ke Samarinda. Kediaman pribadinya di
kompleks perumahan Karpotek, Jl Adipura 21, Sungai Kunjang. Di situ juga
dimakamkan jenazah istrinya, yang meninggal pada 24 Mei 2023.
Ketika menjadi gubernur,
Isran tetap tinggal di Sungai Kunjang. Dia mengaku tak nyaman tinggal di rumah
dinas di Lamin Etam, yang berdampingan dengan Kantor Gubernur. Alasannya
masyarakat sulit menemui dirinya karena ada penjagaan. “Kalau di rumah pribadi
orang bebas datang,” katanya begitu.
Kalau ke Jakarta saya
suka menemui Isran di Sahid Apartemen. Selain berdiskusi berbagai hal, saya
suka ikut makan yang dimasak Rahmi. Ada ikan goreng, timun, sambal dan sayur
lodeh. Enak sekali. Biasanya datang juga Adrian Hakim dan M Nurdin, orang
Kaltim yang pernah menjadi Dirjen Transmigrasi dan Staf Ahli Menteri Desa, PDT
dan Transmigrasi.
Wagub Ikut Menari
Pesta budaya Erau 2026
digelar di tengah Kaltim dilanda kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran
hutan dan lahan (karhutla). Erau digelar selama seminggu dengan tema cukup
menarik. “Raja Menjamu Rakyatnya.” Kalau boleh ditambah sub tema:
“Raja Menjaga Alam.” Sangat baik jika ada titah Raja agar rakyat Kutai
menjaga alamnya, jangan asyik menebang dan menambang, biar Kutai tetap lestari
dan tidak diterjang karhutla dan musibah lainnya.
Pada acara pembukaan yang
digelar di Stadion Rondong Demang Tenggarong, tak kelihatan Gubernur Rudy
Mas’ud dan Wagub Seno Aji. Pemprov Kaltim diwakili Muhaimin, Kepala Bappeda
Kaltim yang lagi merangkap jabatan sebagai Plt Asisten Administrasi. He
biasanya andalan gubernur, Sekdaprov Sri Wahyuni.
Rudy lagi berada di
Semarang menerima piala bergilir juara umum MTQ Nasional XXX1 yang dipertahankan
kafilah Kaltim untuk ke-3 kalinya, sedang Wagub Seno Aji baru malam harinya
hadir di Tenggarong pada ritual sakral Bapelas Malam (Pelas Aji Sultan)
di Keraton Kesultanan Kutai.
Seno bersama Bupati
Kukar, dr Aulia Rahman Basri sempat ikut menari Kanjar Laki atau sering
juga disebut Tari Ganjur Laki. Bapelas dimaknai sebagai upaya
meneguhkan semangat raga dan sukma Sultan, dari ujung rambut hingga ujung kaki
agar mampu memimpin rakyat dengan baik dan berwibawa.
“Festival Adat Erau
menjadi benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur sekaligus
memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia,” kata Dewi Marhen Yono, Asisten
Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan
Kemenpar yang ditunjuk mewakili Menpar.
Karena kuatnya daya tarik
Erau, Kementeri Pariwisata memasukkan Festival Budaya Erau dalam daftar Karisma
Event Nusantara (KEN).
Jika sebuah festival
budaya daerah berhasil masuk KEN, maka acara itu disebut sudah lolos kurasi
nasional karena dinilai berkualitas, mampu melestarikan tradisi lokal, serta
efektif mendongkrak ekonomi warga setempat.
Anggota Komisi VIII DPR
RI Hetifah Sjaifudian dari Dapil Kaltim yang hadir di pembukaan Erau
mengatakan, dengan masuknya Erau dalam daftar KEN, menjadi peluang besar untuk
memperkuat pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Kaltim terutama
Kabupaten Kukar.
Festival budaya Erau 2026
akan berakhir Minggu, 27 September bertepatan HUT ke-244 Kota Tenggarong. Acaranya
ditandai dengan prosesi merebahkan pinang ayu, ngulur naga dan belimbur.
Mudah-mudahan saya bisa datang. Mau ikut belimbur, karena sudah lama tidak
mandi air Mahakam apalagi di musim kemarau ini.(*)
Catatan
Rizal Effendi

