SAMARINDA – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Hapkido Kalimantan Timur resmi digulirkan, pertandingan akan digelar sejak tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Selain menjadi agenda tahunan organisasi, kejuaraan ini juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) hingga PON Bela Diri, pembukaan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jumat (31/7/2026).
Wakil Ketua KONI Kalimantan Timur, Hendra Radinal Ary, mengatakan
Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga yang terus menunjukkan
perkembangan positif. Karena itu, KONI Kaltim memberikan dukungan terhadap
pelaksanaan Kejurprov sebagai wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet
berprestasi.
"Hapkido ini olahraga yang berprestasi di KONI Kalimantan Timur.
Beberapa kali event tingkat nasional mereka mendapatkan medali, termasuk medali
perak pada PON Aceh-Sumut 2024. Ini perlu menjadi contoh bagi atlet-atlet yang
lain," ujar Hendra.
Menurutnya, meski tergolong sebagai cabang olahraga yang relatif baru di
Kalimantan Timur, Hapkido mampu menunjukkan prestasi yang menjanjikan. Saat
ini, Hapkido masuk dalam klaster cabang olahraga harapan dan diproyeksikan
berkembang menjadi cabang unggulan Kaltim pada masa mendatang.
Hendra menegaskan KONI Kaltim memiliki tanggung jawab membina seluruh
cabang olahraga, baik olahraga bela diri, permainan, beregu, maupun olahraga
terukur. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan dan
penyelenggaraan kompetisi sebagai bagian dari peningkatan prestasi atlet.
"KONI merupakan rumah bagi seluruh cabang olahraga. Karena itu,
semua cabor harus kita dukung agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun
internasional," katanya.
Sementara itu, Pj. Ketua Pengprov Hapkido Kaltim, Juli Prastomo, menjelaskan
Kejurprov merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari program
pembinaan organisasi. Pada tahun ini, kategori kadet, junior, dan senior
digabung dalam satu kejuaraan dengan mempertimbangkan efisiensi pelaksanaan.
Dia mengatakan Kejurprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi antaratlet,
tetapi juga menjadi tahapan seleksi menuju Kejurnas Hapkido di Bandar Lampung
pada September mendatang. Hasil Kejurnas selanjutnya menjadi syarat bagi atlet
untuk memperebutkan tiket tampil pada PON Bela Diri di Manado.
"Kejurprov ini merupakan alat seleksi menuju Kejurnas. Kemudian
Kejurnas menjadi seleksi untuk mendapatkan tiket ke PON Bela Diri. Jadi tahapan
ini mutlak harus kami laksanakan sebagai bagian dari pembinaan atlet,"
ujar Juli.
Dia berharap sinergi antara Pengprov Hapkido dan KONI Kaltim terus
terjaga sehingga pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk melahirkan lebih
banyak atlet Hapkido yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat
nasional maupun internasional.
