SAMARINDA - Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Kalimantan Timur mempertanyakan munculnya wacana cabang olahraga tersebut tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Padahal, Hapkido menilai seluruh persyaratan sebagai cabang peserta telah dipenuhi, termasuk rekam jejak prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Penjabat (Pj) Ketua Pengprov Hapkido Kaltim, Juli Prastomo, mengaku
hingga kini pihaknya belum mengetahui alasan yang menjadi dasar munculnya kabar
Hapkido tidak masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan.
Menurutnya, keputusan tersebut menjadi tanda tanya besar karena Hapkido
merupakan cabang resmi PON dan telah menyumbangkan medali bagi Kalimantan
Timur.
"Kami bingung dengan kabar tersebut. Padahal kami cabang olahraga
yang dipertandingkan di PON, bahkan pada PON Aceh-Sumut 2024 kami menyumbangkan
satu medali perak untuk Kalimantan Timur," ujar Juli, Jumat (31/7/2026).
DIa menilai, jika ukuran yang digunakan adalah prestasi maupun prospek
pembinaan, Hapkido justru memiliki alasan kuat untuk tetap dipertandingkan.
Selain menjadi cabang resmi pada PON 2028 NTB-NTT, Hapkido juga dinilai
memiliki kebutuhan anggaran yang relatif kecil dibandingkan cabang bela diri lainnya.
Juli menjelaskan pelaksanaan pertandingan Hapkido hanya membutuhkan
waktu sekitar dua hari dengan jumlah nomor pertandingan yang terbatas. Dari
sisi penyelenggaraan, kebutuhan perangkat pertandingan dan panitia juga jauh
lebih sedikit sehingga dinilai lebih efisien.
"Kalau bicara efisiensi, saya rasa Hapkido merupakan salah satu
cabor yang paling efisien dari sisi tata kelola, kebutuhan peralatan maupun
anggaran," terangnya.
Bila tidak dapat diakomodasi panitia, dia menegaskan Pengprov Hapkido Kaltim
siap tetap mengikuti Porprov meski harus membiayai pelaksanaan pertandingan
secara mandiri.
“Apabila persoalan yang menjadi pertimbangan adalah keterbatasan
anggaran, kami bersedia menggelar seluruh rangkaian pertandingan tanpa membebani
panitia, asalkan Hapkido tetap diberikan kesempatan untuk dipertandingkan,”
ucap dia.
Juli mengatakan skema pembiayaan mandiri bukan hal baru bagi Hapkido
Kaltim, selama ini mereka telah terbiasa menyelenggarakan berbagai kegiatan
dengan kemampuan sendiri, termasuk Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang saat ini
digelar sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional. Karena itu kesiapan
pendanaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan Hapkido dari
ajang Porprov.
"Kami tidak apa-apa dana mandiri, asal Hapkido tetap
diadakan, Porprov penting bagi kami dalam pembinaan," terang Juli.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, memastikan
daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov VIII Kaltim di
Paser masih belum ditetapkan secara final. Pembahasan bersama PB Porprov dan
Pemerintah Kabupaten Paser masih terus berlangsung untuk mencari formulasi
terbaik.
"Kita masih 50 cabang olahraga itu belum fix. Kita masih
mengupayakan agar semua cabang olahraga bisa bertanding," kata Anderiy.
Menurutnya, pembahasan saat ini lebih difokuskan pada rasionalisasi
nomor pertandingan di masing-masing cabang olahraga agar penyelenggaraan
Porprov lebih efisien. Penghematan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi
seluruh cabang olahraga untuk tetap dipertandingkan.
"Kita tetap memperjuangkan dan ingin semua cabor tetap bermain.
Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan sudah ada kepastian yang
jelas," tutup Anderiy. (mar/nk)
