SAMARINDA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, H. Anderiy Syachrum meninjau kondisi Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim di Kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Utama Palaran, Samarinda, Selasa (21/7/2026).
Anderiy didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda
dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading dan jajaran pengurus KONI Kaltim.
Selain mengecek fasilitas latihan, rombongan juga berdialog dengan atlet dan
pelatih untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai harapan.
Kunjungan dimulai dari cabang olahraga taekwondo, kempo, dan
karate. Kemudian ke atletik nomor tolak peluru, gulat, hingga angkat berat.
Anderiy mendengar langsung perkembangan pembinaan sekaligus berbagai kebutuhan
yang dihadapi para atlet dan pelatih.
"Alhamdulillah, semua atlet SKOI yang saya lihat luar
biasa. Walaupun usianya masih belasan tahun, porsi latihannya sudah seperti
atlet nasional," ujar Anderiy.
Dia menilai SKOI memiliki peran strategis sebagai tempat
pembinaan atlet usia muda yang dipersiapkan menjadi tulang punggung prestasi
olahraga Kalimantan Timur di masa depan. Pembinaan yang dilakukan harus terus
dijaga agar mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun
internasional.
“Apalagi, sebagian atlet SKOI saat ini tengah dipersiapkan
untuk memperkuat daerah masing-masing pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)
VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser,” kata dia.
Meski mengapresiasi proses pembinaan yang berjalan, Anderiy
mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian. Terutama
terkait fasilitas latihan atletik nomor tolak peluru. "Dari hasil diskusi
dengan pelatih, untuk membenahi lapangan tolak peluru dibutuhkan anggaran
sekitar Rp35 miliar. Tentu ini bukan angka yang kecil," katanya.
Saat ini, kata dia, fasilitas tolak peluru yang dinilai
layak di Kalimantan Timur berada di Kabupaten Berau. Karena itu, KONI Kaltim
mulai menyiapkan strategi agar atlet potensial dapat menjalani pemusatan
latihan di daerah tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga
Nasional (PON) 2028.
"Kami sudah berdiskusi dengan pelatih dan atlet.
Skemanya, satu tahun sebelum PON 2028 mereka akan menjalani latihan intensif di
Berau. Atlet ini memiliki potensi besar untuk meraih medali emas sehingga harus
dipersiapkan secara maksimal," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SKOI Kaltim Abdul Afif menyambut baik
kunjungan Ketua Umum KONI Kaltim beserta jajaran. Perhatian dari KONI Kaltim menjadi motivasi
bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
“Kami berharap sinergi antara KONI Kaltim, Dispora, dan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus diperkuat agar SKOI dapat berkembang
sebagai pusat pembinaan atlet daerah. SKOI merupakan salah satu gudang atlet
penyumbang prestasi bagi Kalimantan Timur di PON. Karena itu kami berharap
dukungan terhadap pembinaan, sarana, dan prasarana terus ditingkatkan agar
prestasi atlet juga semakin berkembang," ungkap dia. (mar/nk)
