TANJUNG REDEB – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang kuat, tetapi juga kehidupan masyarakat rukun dan harmonis. Salah satunya, dengan aktifnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Untuk rapat koordinasi
(rakor) FKUB se-Kaltim tahun 2026 dilaksanakan di Penajam Paser Utara (PPU), yang
berlangsung selama 3 hari, mulai Rabu (15/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026).
Wakil Bupati Berau Gamalis
hadir dalam kegiatan tersebut. Dia menyebut jika kerukunan umat beragama
menjadi pondasi agar kehidupan masyarakat berjalan harmonis.
"Di semua daerah,
peran FKUB sangatlah krusial. Karena dengan adanya kerukunan, maka perjalanan
pembangunan dan pemerintahan akan harmonis. Di Kabupaten Berau pun memiliki
kondisi yang sama," ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah
Kabupaten PPU menegaskan dukungan untuk terus memperkuat kerukunan umat
beragama untuk menyukseskan pembangunan IKN.
Bupati PPU, Mudyat Noor
menegaskan hal tersebut, saat menghadiri Welcome Dinner Rapat Koordinasi Forum
Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kaltim Tahun 2026. Kegiatan itu berlangsung
dalam Gedung Graha Pemuda, Kecamatan Penajam, Rabu malam. “Keberadaan IKN
bahkan menjadikan peran FKUB semakin strategis,” katanya.
Dia mengajak seluruh
pihak memperkuat deteksi terhadap potensi konflik sosial, serta meningkatkan
moderasi beragama. Selain itu juga mempererat kolaborasi antara pemerintah
daerah, FKUB, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Wakil
Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting
untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan. “Terutama
dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap Seno Aji. (mel/nk/ADV)

