Ketua DPRD Samarinda Minta Evaluasi Menyeluruh Distribusi Air Bersih

SAMARINDA – Keluhan warga terkait gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Samarinda menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. Permasalahan pasokan air yang tidak mengalir secara normal dinilainya masih menjadi persoalan mendasar yang perlu segera ditangani agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Helmi menegaskan, layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara optimal. Karena itu, ia meminta perusahaan penyedia air bersih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi. "Terutama di kawasan yang selama ini sering mengalami gangguan pasokan," ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Helmi, persoalan distribusi air tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, aktivitas pendidikan, hingga kegiatan usaha masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan air bersih yang stabil.

“Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat. Ketika distribusinya terganggu dalam waktu yang cukup lama, tentu banyak aktivitas warga yang ikut terhambat. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Helmi.

Ia menilai langkah evaluasi perlu dilakukan secara komprehensif dengan memetakan wilayah-wilayah yang kerap mengalami tekanan air rendah maupun gangguan suplai. Dengan data yang akurat, upaya perbaikan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Helmi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur pendukung distribusi air bersih. Menurutnya, sejumlah kawasan masih memerlukan penguatan jaringan perpipaan agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

“Perusahaan harus melihat titik-titik yang sering mengalami kendala. Jika ada jaringan yang sudah tidak optimal, maka perlu dilakukan pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih baik,” katanya.

DPRD Kota Samarinda, lanjut Helmi, akan terus memantau perkembangan pelayanan air bersih dan mendorong adanya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas distribusi. Upaya tersebut dinilai penting guna menjawab berbagai keluhan yang selama ini disampaikan masyarakat.

Ia berharap evaluasi dan pembenahan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari perbaikan berkelanjutan sehingga persoalan distribusi air bersih dapat diminimalkan di masa mendatang.

“Perbaikan jaringan dan peningkatan pelayanan harus dilakukan secara konsisten. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan akses air bersih yang lebih baik, stabil, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan