DPRD Samarinda Verifikasi LKPJ, Indikasi Gap Data dan Realita Mulai Terungkap

SAMARINDADPRD Kota Samarinda melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah mulai mengintensifkan proses verifikasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda dengan memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam agenda hearing atau Rapat Dengar Pendapat.

Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menjelaskan pemanggilan OPD dilakukan secara bertahap berdasarkan tema yang selaras dengan tujuan dan sasaran dalam dokumen LKPJ. Salah satu fokus yang dibahas dalam hearing terbaru adalah terkait Kota Layak Huni dan sektor infrastruktur.

“Jadi kami memanggil OPD sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ada di LKPJ. Tugas kami memverifikasi apakah data-data dan klaim yang disampaikan itu benar, termasuk dari sisi metodologi pengambilan datanya,” ujar Abdul Rohim, Kamis (16/4/2026)

Rohim berujar, proses verifikasi tidak hanya dilakukan pada dokumen, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pengecekan langsung di lapangan. Hal ini menurutnya penting untuk memastikan kesesuaian antara data yang disajikan di atas kertas dengan kondisi riil yang dirasakan masyarakat.

Ia membeberkan, Dalam paparan OPD, disebutkan bahwa capaian target Kota Layak Huni hampir menyentuh angka sempurna, yakni di kisaran 99 persen. Bahkan, untuk indikator indeks kepuasan layanan infrastruktur diklaim telah mencapai 100 persen.

Karenanya, legislator PKS itu menyebut Pansus LKPJ mulai mencermati adanya indikasi kesenjangan antara angka-angka tersebut dengan realitas di lapangan.

“Yang dirasakan masyarakat, yang dilihat secara visual, kadang antara angka dengan fakta di lapangan itu terasa ada gap,” tegasnya.

Ia mencontohkan, di satu sisi kota diklaim sebagai Kota Layak Huni, namun di sisi lain masyarakat masih menghadapi persoalan seperti banjir, kebersihan yang belum optimal, hingga kabel-kabel semrawut yang mengganggu estetika kota.

Meski demikian, Abdul Rohim menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menarik kesimpulan akhir. Seluruh temuan yang muncul saat ini masih bersifat sementara dan akan didalami lebih lanjut.

“Kami belum bisa menyimpulkan. Ini masih tahap mengumpulkan data, klarifikasi, dan konfirmasi. Nanti setelah semua OPD dipanggil dan kita lakukan verifikasi lapangan, baru bisa ditarik kesimpulan di rapat akhir,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan