WARGA Balikpapan harus hormat dan memberi penghargaan kepada Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tuan rumah tidak ada, dia tetap mau meninjau infrastruktur Sumur Air Baku/Sumur Dalam Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
AHY tahu persis Balikpapan lagi kesulitan air bersih apalagi di saat
musim kemarau sekarang. “Saya mendapat laporan Balikpapan mengalami defisit air
bersih hingga 1.000 liter per detik. Ketersediaan air bersih di kota ini baru
mencapai 1.500 liter per detik, sedang kebutuhan
ril masyarakat mencapai 2.500 liter per detik,” ulasnya.
Karena itu AHY mau meninjau Sumur Dalam Gunung Tembak sambil mencari
solusi dan mendengar suara masyarakat. Dia datang ke tempat itu, Kamis (8/10) sore
setelah menyampaikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-12 Institut
Teknologi Kalimantan (ITK) di Karang Joang, Balikpapan Utara. Selain para staf
khusus, AHY juga didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Tuan rumah yang tidak ada adalah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
“Wali Kota, Wawali, Sekda dan para Asisten semuanya berada di Jakarta,” kata
seorang staf di Pemkot.
Menurut staf tersebut, Wali Kota menghadiri rapat kerja Pemkot dengan
Kementerian di Hotel Ashley Wahid Hasyim. “Tapi Pak Wali hanya membuka saja
sampai Rabu siang,” jelasnya.
Jika melihat penjelasan itu, seharusnya Wali Kota masih sempat pulang
Rabu sore atau malam ke Balikpapan atau Kamis pagi. Sebab kunjungan Menko AHY
ke sumur Teritip dilakukan pada Kamis sore setelah acara di ITK.
Saat Menko AHY ada di lokasi, Wali Kota diwakili staf ahli Wali Kota
Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Idham bersama Dirut Perumda Tirta
Manuntung, Yudhi Saharuddin.
Berdasarkan penjelasan Yudhi, air yang disedot dari sumur bor Gunung
Tembak mencapai kedalaman sampai 200 meter. Debit air yang dihasilkan sekitar
10 liter per detik dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 1.089 sambungan
rumah di Balikpapan Timur.
Dia juga mengatakan, pihaknya punya 2 sumur yang kapasitasnya bisa
ditingkatkan menjadi 30 liter per detik. Apalagi di musim hujan, PDAM juga bisa
memanfaatkan intake Selok Api. “Kalau 30 liter per detik tercapai, maka kita
bisa tambah 2.000 rumah sambungan lagi untuk Balikpapan Timur,” jelasnya.
AHY mengakui, penambahan sumur bor menjadi salah satu upaya meningkatkan
kapasitas air bersih di Balikpapan, meski masih diperlukan sumber air tambahan
untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Apakah melalui desalinasi atau
memanfaatkan air baku di Waduk Sepaku di IKN.
Sementara itu, kondisi Waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku
PDAM Balikpapan sudah turun hingga ke level 8 meter. Padahal biasanya di atas
10 – 12 meter. Karena itu Balai Wilayah
Sungai (BWS) Kalimantan IV memangkas produksi dari 1.150 liter per detik
menjadi 900 liter per detik.
Akibat pemangkasan air baku itu, produksi air bersih PDAM juga menurun.
Menurut laporan, sekitar 38 ribu sambungan rumah (SR) terdampak dan terkena
kebijakan penggiliran air. “Ya kita ini sudah lengkap penderitaannya. Sudah
antri BBM, ya penggiliran listrik, ya penggiliran air,” kata Rusli, warga di
Batu Ampar dengan wajah kecut.
Kereta Api di Kaltim
Selain soal air bersih, para awak media juga sempat meminta penjelasan
AHY berkaitan rencana pembangunan perkerataapian di Kalimantan khususnya di Kalimantan
Timur.
Gagasan membangun moda kereta api sudah dirintis pada masa kepemimpinan
Gubernur Awang Faroek Ishak (2008-2018). Pemprov Kaltim bekerjasama dengan perusahaan
asal Rusia, JSC Russian Railways membentuk PT Kereta Api Borneo (KAB).
Lalu Presiden Jokowi sempat melakukan peletakan batu pertama (ground
breaking) di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU) pada 19 November
2015. Rencananya jalur kereta api akan dibangun dari PPU ke Mahakam Ulu.
Berfungsi mengangkut orang dan barang terutama batu bara dan kelapa sawit.
Untuk mewujudkan gagasan itu, Gubernur Awang juga mengirim puluhan
mahasiswa Kaltim menempuh pendidikan ilmu perkeretaapian di St Petersburg State
Transport University, Rusia. Maksudnya, biar kereta api di Kaltim nantinya
dioperasikan oleh anak-anak daerah. Sayang belakangan rencana ini gagal.
Kepada wartawan, AHY mengatakan, pembangunan kereta api di Kalimantan termasuk Kaltim masih dimatangkan pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. “Pengembangan kereta api membutuhkan perhitungan yang benar-benar detil karena berkaitan dengan tata ruang, kapasitas fiskal dan investasi yang benar-benar sustainable. Ini membutuhkan anggaran yang besar,” jelasnya.
AHY mengakui, Kaltim memiliki potensi komoditas yang besar, mulai dari
batu bara, crude palm oil (CPO) kelapa sawit sampai komoditas lainnya.
Semua itu memerlukan moda transportasi yang tangguh dan mampu menjangkau
berbagai kawasan. “Salah satu pilihan penting dalam menunjang kelancaran
komditas tersebut adalah dibangunnya moda trasnportasi kereta api,” jelasnya.
Menurut AHY, pembangunan kereta api harus ditempatkan sebagai bagian
dari strategi jangka panjang penguatan konektivitas dan perekonomian kawasan.
Terlebih lagi Kaltim pada saat ini menjadi salah satu wilayah strategis seiring
adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Penguatan konektivitas tidak cukup hanya mengandalkan jalur darat, laut
dan udara saja, tetapi juga moda kereta api juga harus diperhitungkan sebagai
bagian dari sistem transportasi terintegrasi,” demikian kata AHY.
Warga di pedalaman Mahakam menyambut baik rencana pembangunan kereta
api. “Tentu kami sangat mendambakan, karena bisa lebih murah dan mempermudahkan
akses kami ke daerah perkotaan,” kata Iman, warga di Barong Tongkok.
Ketika meninggalkan Teritip ada warga yang mendoakan AHY, yang juga
sekarang ini sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. “Orangnya ganteng dan cerdas.
Mudah-mudahan dia bisa mengikuti jejak ayahnya, Presiden SBY. Minimal
AHY jadi Wapres,” kata Usman sambil tersenyum. (*)
Catatan Rizal Effendi
