Anggota
Komisi III DPRD Kota Samarinda, Achmad Sukamto.SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan peralihan angkutan umum dari angkot menuju layanan berbasis bus. Perubahan tersebut sejalan dengan rencana pengoperasian transportasi umum melalui skema Buy The Service (BTS) pada tahun 2027.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda,
Achmad Sukamto, mengatakan angkot tidak lagi mendapatkan peremajaan sehingga
diperlukan sistem transportasi baru lebih terorganisasi. “Trans Samarinda,
trayek yang akan kita trial atau uji coba nanti tahun 2027 itu trayek A dan B.
Angkot sekarang kan sudah tidak ada peremajaan lagi. Nanti kita ganti dengan
angkutan umum berupa bus,” kata Sukamto, Rabu (7/10/2026).
Satu Data Samarinda menunjukkan jumlah angkot
terus menurun, dari 64 unit pada 2021 menjadi 41 unit pada 2022 dan tujuh unit
pada 2023. Pada tahun 2024 dan 2025, jumlah angkot tercatat nol unit. Sementara
jumlah bus tercatat 38 unit pada periode 2021-2025.
Sistem baru tersebut disiapkan dengan layanan
yang lebih terjadwal. Pemerintah juga merancang tujuh trayek utama dan layanan
feeder untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur utama. “Jadi
angkutan umum ini berupa bus. Nanti bus itu kita siapkan, kemudian yang
mengelola pihak ketiga. Yang melaksanakannya adalah OPD terkait, dalam hal ini
Dinas Perhubungan,” ungkapnya.
Menurut dia, pengembangan layanan juga
diarahkan menggunakan sistem pembayaran nontunai dan pemantauan armada melalui
teknologi. “Pemerintah berharap perubahan moda tersebut dapat menghadirkan
layanan yang lebih teratur sekaligus memberikan alternatif transportasi bagi
masyarakat,” katanya.
Sukamto menilai kesiapan fasilitas tetap
menjadi bagian penting agar peralihan dari angkot menuju bus dapat berjalan. “Sarana
dan prasarana angkutan umum juga penting disiapkan,” pungkasnya. (adv/hr)
Penulis:
Hairil Riswan