Ketua
Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.SAMARINDA – Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dinilai tidak cukup hanya mengandalkan sumber penerimaan yang selama ini berjalan. DPRD Samarinda melihat sektor pariwisata dan investasi masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Sehingga aktivitas ekonominya dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni
Hakim Anwar, mengatakan pemerintah kota perlu melihat potensi ekonomi yang
berkembang di luar sumber PAD konvensional. Pariwisata menjadi salah satu
sektor yang dinilai dapat dikembangkan lebih serius.
“Selain mengoptimalkan sumber PAD yang sudah
ada, kita juga harus melihat potensi-potensi baru. Salah satunya pariwisata,
karena kalau pariwisatanya tumbuh tentu ada aktivitas ekonomi yang ikut
bergerak,” ujar Deni Hakim Anwar, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, perkembangan pariwisata tidak
hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan ke destinasi. Lebih jauh, aktivitas
wisata dapat menciptakan pergerakan ekonomi pada berbagai sektor yang
bersinggungan dengan kebutuhan wisatawan.
“Pemerintah perlu memastikan potensi wisata
di Samarinda tidak berhenti sebagai daya tarik semata. Pengelolaan destinasi,
penyelenggaraan kegiatan, serta dukungan terhadap pelaku usaha di sekitar
kawasan wisata dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor tersebut,”
katanya.
Deni juga memasukkan investasi sebagai bagian
dari potensi yang perlu diperhatikan. Masuknya investasi ke Samarinda
seharusnya memberikan efek ekonomi yang dapat dirasakan daerah dan masyarakat.
“Investasi yang masuk juga harus kita lihat
dampaknya. Jangan hanya bicara nilai investasinya, tetapi bagaimana aktivitas
tersebut memberikan manfaat ekonomi dan pada akhirnya ikut memperkuat
pendapatan daerah,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah kota perlu membangun
ekosistem yang memungkinkan sektor pariwisata dan investasi berkembang secara
beriringan. Pertumbuhan aktivitas ekonomi akan lebih berarti apabila turut
membuka peluang bagi masyarakat dan memperluas basis penerimaan daerah.
Deni menilai pendekatan tersebut menjadi
penting dalam kondisi ketika pemerintah daerah perlu memperkuat kemampuan
fiskalnya. Ketergantungan terhadap sumber penerimaan tertentu dinilai perlu
diimbangi dengan pengembangan sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi
pertumbuhan.
“Potensi yang ada jangan dibiarkan begitu
saja. Pemerintah harus hadir supaya sektor pariwisata dan investasi bisa
berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah,” tegasnya.
DPRD Samarinda mendorong agar potensi
tersebut menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Pengembangan
pariwisata dan investasi diharapkan tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi
jangka pendek, tetapi juga memperluas basis pendapatan daerah secara
berkelanjutan.
“Kita ingin sumber PAD semakin luas. Jadi
ekonomi daerah harus bergerak, pariwisata berkembang, investasi tumbuh, dan
manfaatnya kembali kepada masyarakat serta pembangunan Kota Samarinda,” pungkas
Deni. (adv/hr)
Penulis:
Hairil Riswan