Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra menghadiri Lokakarya dan Uji Publik Kurikulum Magister Linguistik
Unmul di Ballroom Hotel Mercure, Kamis (8/10/2026).SAMARINDA – Rencana pengembangan Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman mendapat perhatian Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. Ia mendorong agar kurikulum yang disiapkan tidak berhenti pada penguatan teori, tetapi memiliki keterhubungan dengan kebutuhan yang berkembang di masyarakat.
Hal itu disampaikan Samri saat menghadiri
Kegiatan Lokakarya dan Uji Publik Kurikulum Magister Linguistik Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Mulawarman di Ballroom Hotel Mercure Crystal 5 Lantai 5,
Jalan Mulawarman Nomor 171, Pelabuhan, Kota Samarinda, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, penyusunan kurikulum pada jenjang
magister perlu mempertimbangkan dua sisi secara bersamaan. Penguasaan keilmuan
tetap menjadi dasar. Namun materi yang
diberikan harus dapat menjawab kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. “Dalam
menentukan kurikulum, mesti ada keseimbangan antara penguatan keilmuan dengan
kondisi yang realistis di lapangan,” kata Samri Shaputra.
Ia menjelaskan, keseimbangan tersebut
diperlukan agar proses pendidikan tidak menghasilkan lulusan yang hanya kuat
dari sisi pemahaman akademik. Kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan
juga diharapkan dapat digunakan menghadapi persoalan kebahasaan yang muncul di
masyarakat.
Karena itu, Samri melihat forum uji publik
memiliki posisi penting dalam proses penyusunan program studi. Berbagai
pandangan yang disampaikan dalam forum tersebut dapat menjadi pertimbangan
sebelum kurikulum ditetapkan dan diterapkan kepada mahasiswa.
“Masukan yang kami sampaikan tadi salah
satunya adalah perlunya penyesuaian. Karena program studi ini berada di
Kalimantan Timur, tentu penyusunannya juga harus melihat kondisi dan kebutuhan
yang ada di daerah,” ujarnya.
Ia menilai karakteristik daerah menjadi salah
satu aspek yang tidak bisa dilepaskan dari pengembangan pendidikan tinggi.
Terlebih, Magister Linguistik berkaitan langsung dengan bahasa dan fenomena
kebahasaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Samri berharap hasil lokakarya dan uji publik
dapat memperkaya rancangan kurikulum yang sedang dipersiapkan Universitas
Mulawarman. Menurutnya, program studi baru tersebut perlu memiliki arah
pendidikan yang jelas sejak awal agar mampu memberikan kontribusi terhadap
pengembangan sumber daya manusia.
“Jangan sampai ilmu yang didapat hanya
berhenti di ruang akademik. Harapannya, kurikulum ini benar-benar bisa menjawab
kebutuhan dan ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan di lapangan,”
pungkasnya. (adv/hr)
Penulis:
Hairil Riswan