Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Perkuat Nilai Persatuan

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno.

SAMARINDA – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, mengajak masyarakat menjadikan peringatan tersebut tidak sekadar sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk kembali mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial. Yang lebih penting bagaimana nilai-nilai Pancasila itu benar-benar kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Suparno di ruang kerjanya, Kamis (1/9/2026).

Menurutnya, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan penting dalam menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. “Pancasila itu menjadi dasar kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, nilai-nilainya harus terus kita jaga, kita pahami dan kita amalkan,” ujarnya.

Suparno menilai semangat persatuan menjadi semakin penting di tengah perkembangan informasi dan komunikasi yang begitu cepat. Masyarakat kini dapat menerima berbagai informasi dari beragam sumber sehingga diperlukan sikap bijak agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik. “Di tengah perkembangan teknologi dan informasi seperti sekarang, masyarakat harus semakin bijak. Jangan sampai perbedaan pandangan justru membuat kita terpecah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarmasyarakat. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang sosial merupakan bagian dari keberagaman Indonesia yang harus dirawat sebagai kekuatan bersama. “Perbedaan itu merupakan bagian dari Indonesia. Jangan kita jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh, tetapi bagaimana kita bisa tetap hidup berdampingan dan saling menghargai,” kata Suparno.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 dilaksanakan secara nasional. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan telah menerbitkan pedoman penyelenggaraan upacara peringatan tahun ini, dengan pelaksanaan upacara tingkat pusat di Monumen Pancasila Sakti pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Suparno mengatakan nilai-nilai Pancasila juga perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Pendidikan karakter, semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama serta penghormatan terhadap perbedaan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai kebangsaan.

“Generasi muda harus kita bekali dengan pemahaman tentang Pancasila. Mereka adalah penerus bangsa, sehingga sejak sekarang harus dibangun karakter yang kuat, rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup hanya diperoleh melalui pembelajaran formal di sekolah. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati orang lain hingga menjaga lingkungan sosial tetap harmonis. “Pengamalan Pancasila itu sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Menghormati orang lain, membantu sesama, menjaga toleransi dan mengutamakan kepentingan bersama,” jelasnya.

Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial dan mengedepankan kepentingan bersama. “Pancasila harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan dan kebersamaan harus menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Suparno. (adv/hr)

Penulis: Hairil Riswan