SAMARINDA – Perbaikan fasilitas pendidikan menjadi salah satu kebutuhan yang masuk dalam pembahasan program pendidikan Kota Samarinda untuk tahun anggaran 2027. DPRD Samarinda bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengusulkan rehabilitasi terhadap puluhan sekolah untuk mendukung kelayakan sarana belajar.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad
Novan Syahronny Pasie, mengatakan usulan tersebut mencakup sekitar 35 Sekolah
Dasar (SD) dan 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Untuk rencana 2027, ada
sekitar 35 SD dan 15 SMP yang kita usulkan untuk mendapatkan rehabilitasi.
Mayoritas memang rehabilitasi ringan,” kata Novan, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan perbaikan tersebut
mencakup sejumlah bagian bangunan dan fasilitas sekolah yang mengalami
kerusakan. Beberapa di antaranya seperti plafon, ruang belajar, serta fasilitas
penunjang kegiatan pendidikan.
Novan menjelaskan, rehabilitasi ringan
menjadi bentuk penanganan terhadap kondisi sekolah yang masih dapat diperbaiki
tanpa harus melakukan pembangunan kembali secara menyeluruh. Langkah tersebut
diharapkan dapat menjaga fasilitas pendidikan tetap berfungsi dengan baik.
“Kerusakannya lebih banyak pada bagian-bagian
yang sifatnya ringan, seperti plafon, ruang belajar dan fasilitas pendukung
lainnya. Itu yang kita dorong agar bisa segera ditangani,” ujarnya.
Ia menilai kondisi lingkungan belajar
memiliki kaitan dengan pelayanan pendidikan yang diterima peserta didik. Ruang
kelas dan fasilitas penunjang yang layak dibutuhkan agar kegiatan belajar
mengajar dapat berlangsung secara aman dan nyaman.
“Usulan rehabilitasi sekolah ditempatkan
sebagai salah satu bagian dalam pembahasan program pendidikan Samarinda tahun
2027. Kami berharap kebutuhan yang telah diidentifikasi dapat disesuaikan dengan
kemampuan anggaran daerah,” kata dia.
Novan menambahkan, pemerintah tetap harus
melihat kondisi setiap sekolah secara objektif sebelum menentukan bentuk
penanganannya. Sekolah yang membutuhkan rehabilitasi ringan dapat ditangani
melalui perbaikan bertahap, sementara kondisi yang lebih berat memerlukan
penanganan berbeda.
“Kami ingin sekolah-sekolah memiliki
fasilitas yang aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Karena
itu kebutuhan rehabilitasi tetap kita dorong dalam pembahasan anggaran,”
tegasnya.
DPRD Samarinda berharap usulan tersebut dapat
diakomodasi dalam penyusunan APBD 2027. Dengan demikian, perbaikan fasilitas
sekolah dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan kemampuan
keuangan daerah. “Yang penting kebutuhan sekolah sudah kita petakan.
Selanjutnya kita perjuangkan agar usulan ini bisa masuk dalam anggaran dan
dilaksanakan sesuai prioritas,” pungkas Novan. (adv/hr)
Penulis:
Hairil Riswan
.jpg)