DPRD Samarinda Usulkan Pintu Air Skala Kecil di Anak Sungai

 

SAMARINDA – Pembangunan pintu-pintu air berskala kecil di sejumlah anak sungai di kawasan Kota Samarinda menjadi langkah yang dinilai mampu menjadi solusi tambahan untuk mengurangi banjir yang dipicu pasangnya Sungai Mahakam, karenanya dorongan dari berbagai pihak termasuk DPRD Kota Samarinda terus menguat menanggapi solusi tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Moh. Yusrul Hana mengatakan, pihaknya telah melakukan dorongan untuk mendukung solusi itu dalam pembahasan bersama Dinas PUPR mengenai rencana pengendalian banjir jangka panjang di Kota Samarinda.

"Harapan kami tidak hanya ada pintu air yang besar, tetapi juga pintu-pintu air kecil di anak-anak sungai yang ada di Samarinda," kata Yusrul, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, Kota Samarinda memiliki banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Mahakam. Saat air Mahakam mengalami pasang, air dari anak-anak sungai tersebut kerap tertahan bahkan berbalik arah sehingga menyebabkan genangan di sejumlah titik, meskipun tidak sedang turun hujan.

Beberapa kawasan yang dinilai membutuhkan perhatian di antaranya saluran air di sekitar Pasar Pagi, kawasan menuju Teras Samarinda, hingga sejumlah aliran kecil lainnya yang bermuara langsung ke Sungai Mahakam. Menurutnya, keberadaan pintu air kecil dapat membantu mengendalikan aliran air di lokasi-lokasi tersebut.

"Contohnya di kawasan Pasar Pagi sampai Teras Samarinda itu ada anak sungai. Ketika Mahakam pasang, airnya justru masuk kembali. Kondisi seperti itu yang perlu diantisipasi dengan pintu-pintu air skala kecil," ujarnya.

Yusrul mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Selain proyek berskala besar, pemerintah juga perlu memperhatikan solusi teknis yang dapat diterapkan pada kawasan-kawasan rawan genangan di lingkungan permukiman.

Ia menambahkan, pembahasan teknis mengenai pembangunan pintu air masih akan berlanjut seiring penyusunan DED oleh pemerintah pusat. Komisi III akan terus mengawal agar seluruh rencana tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.

"Kami optimistis kalau program ini dikawal bersama, baik pintu air besar maupun pintu air kecil nantinya bisa menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko banjir di Kota Samarinda," tutup Yusrul. (adv)

Penulis: Hairil Riswan