DPRD Samarinda Minta Efisiensi Anggaran Tak Turunkan Kinerja Pembangunan

SAMARINDAPenurunan anggaran yang dialami sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlangsung sejak 2025 hingga diproyeksikan berlanjut pada 2027, Komisi III DPRD meminta agar kualitas pelayanan dan pembangunan tidak ikut terdampak.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya telah menyampaikan sejumlah catatan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Salah satu yang menjadi sorotan ialah bagaimana dinas tetap mampu menjalankan program secara optimal meski ruang fiskal semakin terbatas.

"Ya, tadi kan karena memang efisiensi. Nah, makanya kemarin kita juga meminta agar optimalisasi anggaran di tengah kondisi efisiensi nanti tidak menurunkan kinerja. Artinya, kinerja tetap berjalan maksimal walaupun di tengah efisiensi yang ada," ujar Deni, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Justru, pemerintah daerah dituntut lebih cermat dalam menentukan skala prioritas sehingga setiap anggaran yang tersedia mampu memberikan manfaat maksimal.

Ia menilai optimalisasi program menjadi langkah penting agar pembangunan tetap berjalan sesuai target. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur maupun pelayanan publik tetap dapat terpenuhi.

"Kebutuhan harus diupayakan terpenuhi meski kemampuan keuangan daerah mengalami penyesuaian," jelas Deni.

Selain membahas efisiensi anggaran, Komisi III juga memberikan sejumlah catatan terkait pengawasan terhadap pembangunan di Kota Samarinda. Pengawasan dinilai harus diperkuat agar setiap program berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Deni menegaskan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan, termasuk memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar efektif dan tepat sasaran. "Yang paling penting itu bagaimana anggaran yang ada bisa dioptimalkan. Jangan sampai efisiensi justru membuat pelayanan kepada masyarakat ikut menurun," tutupnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan