DPRD Samarinda Apresiasi Komitmen Pemkot Lunasi Utang Proyek 2025

SAMARINDASangkutan pembayaran proyek tahun anggaran 2025 kepada pihak ketiga akhirnya menemui titik terang setelah Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen segera menyelesaikan pembayaran utang proyek tahun anggaran sebelumnya itu. Langkah tersebut dinilai penting agar beban keuangan daerah tidak berlanjut dan membayangi penyusunan APBD 2027.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Moh. Yusrul Hana, mengapresiasi langkah tersebut dalam wawancara usai kunjungan kerja komisi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan yang mengemuka ialah progres penyelesaian kewajiban pemerintah terhadap proyek-proyek yang belum terbayarkan pada tahun sebelumnya.

"Kami di Komisi III sangat memberikan apresiasi terhadap komitmen Pak Wali bahwa utang pada periode 2025 yang belum terbayarkan akan diselesaikan di tahun 2026 ini. Itu tentu menjadi langkah yang sangat baik bagi keberlangsungan pembangunan di Samarinda," ujar Yusrul, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan penjelasan pemerintah kota, total utang proyek yang masih menjadi kewajiban mencapai sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp200 miliar berada pada sektor pekerjaan yang ditangani Dinas PUPR.

Yusrul menilai penyelesaian kewajiban tersebut akan memberikan kepastian bagi para penyedia jasa konstruksi yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Selain itu, kebijakan tersebut juga diyakini dapat menjaga kepercayaan mitra kerja pemerintah terhadap pelaksanaan proyek pembangunan di Kota Samarinda.

"Harapannya seluruh kewajiban itu benar-benar bisa diselesaikan pada tahun ini sehingga tidak membebani APBD 2027. Kita tahu kondisi fiskal sekarang juga tidak mudah karena adanya efisiensi anggaran dan pemotongan transfer ke daerah," katanya.

Ia menjelaskan, kemampuan keuangan daerah saat ini memang menghadapi tantangan setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Oleh sebab itu, penyelesaian utang proyek pada 2026 dinilai menjadi strategi yang tepat agar pemerintah dapat lebih fokus menjalankan program prioritas pada tahun anggaran berikutnya.

"Alhamdulillah kami mengapresiasi komitmen tersebut. Semoga penyelesaian utang proyek ini berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan ke depan bisa berlangsung lebih baik tanpa meninggalkan beban pada APBD tahun berikutnya," tutupnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan