IKN Berkembang, Samarinda Berpeluang Jadi Pusat Investasi

SAMARINDA – Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai membuka peluang bagi Kota Samarinda untuk memperkuat posisinya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan investasi di Kalimantan Timur (Kaltim). Berbekal fasilitas yang terbilang baik dan alokasi wilayah yang masih luas, Kota Tepian sangat berpotensi dilirik investor untuk kegiatan usaha.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengungkapkan, Samarinda tergabung bersama Balikpapan, dan Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai daerah penyangga. Ketiga daerah ini memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ibu kota negara. Namun, masing-masing daerah memiliki keunggulan dan keterbatasan yang berbeda.

“Kalau bicara fasilitas, tentu Kukar masih memiliki keterbatasan dibandingkan Samarinda dan Balikpapan. Tetapi kalau bicara luas lahan kosong, Balikpapan juga memiliki keterbatasan,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Senin (2/11/2026).

Ia menilai, Samarinda memiliki keunggulan tersendiri dibanding dua area penyangga lainnya. Fasilitas perkotaan yang memadai serta potensi ketersediaan lahan menjadi keunggulan Kota Tepian untuk mendukung pengembangan usaha di sekitar IKN. Kombinasi fasilitas perkotaan dan potensi pengembangan lahan tersebut menjadi keunggulan yang dapat dimanfaatkan Kota Samarinda dalam menarik minat investor.

“Ketika investor ingin membangun pabrik atau usaha, mereka tentu mempertimbangkan ketersediaan lahan dan fasilitas pendukungnya. Samarinda memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Helmi memperkirakan perkembangan IKN dapat mendorong kebutuhan terhadap berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari kawasan usaha, gudang, hingga kantor perwakilan perusahaan. Kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi Samarinda untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan ibu kota negara.

“Kalau ada perusahaan yang ingin membangun kantor perwakilan, gudang, atau fasilitas usaha lainnya, Samarinda bisa menjadi salah satu pilihan. Ini peluang yang harus kita persiapkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesiapan daerah menyediakan fasilitas pendukung perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat Samarinda diharapkan dapat mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri agar mampu mengambil bagian dalam peluang investasi yang berkembang.

“Jangan sampai peluang ekonomi datang, tetapi kita belum siap mengisi kebutuhan tenaga kerjanya. Karena itu, peningkatan kemampuan harus dilakukan sejak sekarang,” tuturnya.

Helmi menegaskan, perkembangan IKN seharusnya menjadi momentum bagi Samarinda untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

“Kita berharap Samarinda bisa menjadi daerah yang semakin berkembang. Masyarajatnya juga harus ikut mengambil peran, bukan hanya melihat pembangunan itu berlangsung,” pungkasnya. (hr/nk/adv)

Penulis: Hairil Riswan