SAMARINDA – Masyarakat Kota Samarinda diminta meningkatkan persiapan menghadapi musim hujan yang mulai berlangsung. Perubahan cuaca dan peningkatan curah hujan perlu diantisipasi. Terutama oleh warga yang bermukim di kawasan rawan banjir dan tanah longsor.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni
Hakim Anwar, mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan diri sejak dini. Informasi
prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu
menjadi perhatian agar masyarakat tidak terlambat mengambil langkah pencegahan.
“Ini informasinya dari BMKG, dalam satu
minggu ini curah hujan akan agak lumayan terjadi," ungkapnya saat ditemui
di kantor DPRD Samarinda, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan BMKG Stasiun Meteorologi APT
Pranoto Samarinda, kata dia, musim hujan
akan dimulai bertahap sejak akhir Oktober hingga pertengahan November.
Sementara puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga
Januari 2027.
Ia meminta masyarakat tidak hanya
mengandalkan penanganan pemerintah ketika bencana sudah terjadi. Kesiapan
menghadapi perubahan cuaca juga perlu dimulai dari lingkungan sendiri. Termasuk
mengenali kondisi wilayah tempat tinggal dan mengetahui potensi ancaman di
sekitarnya.
"Meski belum dapat kita pastikan apakah
hujan akan berlanjut sampai akhir bulan atau akhir tahun nanti, tapi langkah
persiapan tetap mesti dilakukan” ujar Deni Hakim.
Ia menghimbau warga yang tinggal di kawasan
rawan banjir untuk memperhatikan kondisi lingkungan, mengamankan barang
berharga dan dokumen penting, serta menyiapkan kebutuhan darurat yang
diperlukan dalam tempat khusus.
Sementara bagi warga yang bermukim di kawasan
perbukitan dan lereng, Deni meminta kewaspadaan terhadap pergerakan tanah.
Retakan tanah, perubahan posisi pohon atau tiang, serta munculnya rembesan air
pada lereng dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Jika ditemukan perubahan
kondisi tersebut, warga sebaiknya menjauh dari area berisiko dan segera
melaporkannya kepada pihak berwenang.
“Kita tidak ingin ketika hujan dengan
intensitas tinggi datang, ternyata kita belum siap. Karena itu, masyarakat juga
harus meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan segala sesuatunya dari
sekarang,” katanya.
Deni Hakim mengatakan, informasi cuaca dan
peringatan dini dari BMKG tetap terus diperhatikan. Informasi itu dapat
membantu masyarakat menentukan langkah antisipasi. Terutama ketika terdapat
potensi hujan lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir maupun longsor.
Ia menegaskan, upaya pencegahan harus
dilakukan sebelum potensi bencana berkembang menjadi kejadian yang berdampak
terhadap keselamatan masyarakat. Pemerintah dan warga diharapkan memiliki
kesiapan masing-masing dalam menghadapi kondisi cuaca yang berubah.
“Kita ingin semunya mempersiapkan diri, baik
masyarakat maupun pemerintah. Langkah pencegahan harus terus dimunculkan
ssebagai persiapan kita menghadapi musim hujan,” tegasnya.
Deni Hakim berharap masyarakat dapat lebih
peduli terhadap kondisi lingkungan dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal
terjadinya bencana. "Kewaspadaan sangat penting agar risiko korban jiwa
maupun kerugian akibat banjir dan tanah longsor dapat diminimalkan,"
tutupnya. (hr/nk/adv)
Penulis:
Hairil Riswan
