DPRD Samarinda Buka Ruang Diskusi Politik Bersama Mahasiswa FKIP Unmul

SAMARINDA – Pemahaman mengenai praktik politik dan penyelenggaraan pemerintahan menjadi salah satu materi penting bagi mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn). Untuk memperdalam pemahaman tersebut, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) mendatangi DPRD Kota Samarinda guna melakukan observasi dan wawancara, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Kota Samarinda itu diterima Anggota Komisi IV, Ismail Latisi bersama Wakil Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti. Dalam pertemuan itu, mahasiswa menggali informasi mengenai tugas dan fungsi DPRD, terutama yang berkaitan dengan sektor pendidikan.

Ismail mengatakan, kedatangan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Ilmu Politik. Mereka ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai peran lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi kedewanan di tingkat daerah.

“Teman-teman dari FKIP Unmul, jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, datang ke DPRD Kota Samarinda karena ada tugas kuliah yang harus mereka selesaikan. Salah satunya berkaitan dengan tema-tema politik yang ada di Komisi IV, khususnya yang beririsan dengan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, wawancara itu menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana tugas dan fungsi DPRD dijalankan dalam praktiknya. Tidak hanya mempelajari teori politik di bangku kuliah, mahasiswa juga berkesempatan memperoleh informasi langsung dari anggota dewan.

Ismail menjelaskan, Komisi IV memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan pendidikan di Kota Samarinda. Karena itu, pembahasan dalam pertemuan tersebut diarahkan pada pelaksanaan tugas kedewanan serta keterlibatan DPRD dalam urusan pendidikan. “Kami memberikan info yang sekiranya menunjang tugas mereka, terkait tupoksi kami di Komisi IV,” jelas Ismail.

Ia menilai, interaksi antara mahasiswa dan anggota DPRD dapat membantu memperluas wawasan akademik, terutama dalam memahami hubungan antara teori politik dan praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Melalui kegiatan itu, Mahasiswa juga dapat mengetahui bagaimana lembaga legislatif menjalankan perannya dalam mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk sektor pendidikan. “Jadi tadi kami ngobrol perihal penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di bidang pendidikan,” kata Ismail. (hr/nk/adv)

Penulis: Hairil Riswan