JAKARTA - Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengapresiasi reshuffle Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka. FWK juga mengingatkan presiden agar momen perombakan besar ini dapat meningkatkan kinerja pemerintah dan mewujudkan keinginan rakyat, seperti tertuang dalam Asta Cita.
“Jujur
saja, sebagian rakyat, terutama emak-emak, tidak peduli ada reshuffle atau
tidak karena kehidupan mereka sedang dalam tekanan ekonomi, akibat merosotnya
daya beli dan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok,”ujar mantan Wakil Ketua
Dewan Pers 2019-2021, Hendry Ch Bangun, dalam Diskusi Kebangsaan FWK di
Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Hendry
Bangun mengatakan, FWK mengapresiasi pengangkatan Jenderal Suyudi Ario Seto,
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi Kapolri yang baru. Ini perombakan
pertama Presiden Probowo yang menyentuh bidang kepolisian, diplomasi dan
industrialisasi.
Diharapkan,
ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan Polri, tapi yang lebih penting
bagaimana meningkatkan profesional, kepercayaan masyarakat dan kinerja polisi
agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Di DPR, Suyudi menjanjikan salah
satu fokus kerjanya adalah meningkatkan pelayanan publik lewat program “Polisi
Bersama Masyarakat”.
Diskusi
FWK ini berlangsung hangat, dihadiri sejumlah wartawan senior, di antaranya M
Nasir, Yesayas Oktovianus dan Dr. Budi Nugraha. Diskusi ini juga menyambut
positif penunjukkan diplomat karier Arrmanatha Nasir sebagai menteri luar
negeri, menggantikan orang dekat Presiden Prabowo.
Arrmanatha
Nasir, mantan wakil menlu ini, tercatat memiliki karier yang panjang dan moncer
di Kementerian Luar Negeri, di antaranya sebagai Duta Besar RI untuk
Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 2021-2024 dan Duta Besar RI untuk
Prancis, Andorra, Monako & UNESCO pada 2019-2021. Sejak 21 Oktober 2024
lalu, ia ditunjuk sebagai wakil menlu.
Suyudi
Ario Seto dan Arrmanatha Nasir adalah dua dari 18 pejabat negara yang dilantik
Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Persisnya, presiden
melantik tiga menko, dua menteri, satu wakil menko dan empat wakil menteri.
Selain
Kapolri, Presiden Prabowo juga melantik kepala Lembaga dan pejabat setingkat
menteri, di antaranya Kepala KSP, Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Reforma
Agraria Nasional (BRAN) Komjen Dedi Prasetyo dan Jenderal Muhammad Fadil Imran,
mantan Asops Kapolri, sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara Jawa.
FWK
juga mempertanyakan cukup banyak perwira tinggi Polri yang menduduki jabatan
tinggi di pemerintahan. Dengan setengah bergurau, mantan wartawan senior
Kompas, Yesayas Oktovianus menyatakan, mungkin karena keberhasilan meraih dua
medali emas di cabor bulutangkis di Asian Games 2026, Muhammad Fadil Imran
didapuk menjadi Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara Jawa.
“Jika
betul pertimbangannya begitu, seharusnya ini juga keberhasilan Menpora Erick
Thohir,”tambah Yesayas.
M
Nasir dan Budi Nugraha mengingatkan tugas berat menanti anggota Kabinet Merah
Putih yang baru, di antaranya melindungi daya beli masyarakat dari kondisi
geopolitik yang makin tidak pasti, seperti kenaikan harga minyak dan melemahnya
kurs Rupiah terhadap dolar Amerika.
Dibentuknya
kementerian dan badan baru, seperti Kantor Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi
Energi serta Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) juga dipertanyakan urgensi
dan efektivitasnya, apalagi Presiden Prabowo selalu menggaungkan isu efisiensi
anggaran negara.
Koordinator
Bidang Ekonomi FWK, Herry Sinamarata, menyebut, dengan ditunjuknya dua
wakil menteri keuangan yang baru, yakni Luky Afirman dan Nurkolisoh Ibnu Aman
diharapkan dapat menyelesaikan pelaksanaan APBN 2026 dan pembahasan APBN 2027
secara optimal. Salah satu fokusnya adalah memberikan perlindungan dan menjaga
daya beli masyarakat dari goncangan geopolitik, seperti perang di Timur Tengah.
***
Sumber : Pers Rilis
