TANJUNG REDEB – Destinasi wisata unggulan Labuan Cermin kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena keindahannya yang istimewa, tetapi juga tantangan menjaga kebersihan dan kesadaran lingkungan.
Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis ketika ditemui Selasa (20/10) siang
di ruang Sangalaki Setkab Berau, menegaskan, penanganan kebersihan di kawasan
wisata khusus ini, memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan
pengunjung, pengawas, hingga pengelola.
"Dari laporan masyarakat memang masih ditemukannya oknum wisatawan
yang membuang sampah sembarangan. Di darat maupun kawasan Labuan Cermin. Meskipun
pembersihan berkala telah dilakukan oleh pihak terkait," ujarnya.
Gamalis mengingatkan menjaga kelestarian destinasi wisata istimewa
seperti Labuan Cermin, tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan
semata.
"Kita minta wisatawan yang berkunjung tidak sekadar datang
menikmati keindahan, tetapi turut aktif menjaga kebersihan dan tidak
meninggalkan sampah di lokasi," tambahnya.
Ia mendorong para pengelola sampah dan retribusi yang masuk kawasan
wisata untuk memaksimalkan dana distribusi yang terkumpul guna mendukung
operasional kebersihan dan pemeliharaan alam. Dan, diperlukan
sinergi kuat antara pengunjung, pengawas, pengelola wisata, hingga aparatur
kampung demi menjaga keasrian ekosistem.
"Bagaimanapun itu, kalau kita datangi objek wisata lalu kita
tinggalkan sampah, alangkah baiknya para pengunjung itu membantu. Ini adalah
simbiosis antara beberapa pihak mulai dari pengunjung, pengawas, pengelola,
kebersihan, hingga aparatur kampung," pungkasnya. (mel/nk/adv)

