Hadiri Talkshow HMI FKIP, Ketua DPRD Samarinda Bahas Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah

SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menghadiri talkshow yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP dengan tema “Beda Suara, Satu Tujuan: Merajut Kolaborasi Golongan Tua dan Golongan Muda Tanpa Sekat”, yang diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan Kota Samarinda, Jumat (30/10/2026). Helmi Abdullah hadir bersama Anggota DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan HMI Komisariat FKIP tersebut menjadi ruang diskusi lintas generasi untuk membicarakan pentingnya kolaborasi antara kalangan muda dan kelompok lebih senior dalam pembangunan daerah.

Sebagai narasumber di acara tersebut, dia mengapresiasi inisiatif mahasiswa menyelenggarakan forum dialog. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pemuda untuk menyampaikan pemikiran, sekaligus bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan di Kota Samarinda.

"Hari ini kami diundang sebagai pembicara dalam agenda HMI. Banyak diskusi dan tukar pikiran yang tadi terjadi, diskusinya menarik dan hidup," ungkap Helmi Abdullah pada netizenkaltim.com usai acara.

Ia mengatakan, keterlibatan pemuda dalam pembangunan tidak cukup hanya melalui penyampaian aspirasi di ruang publik. Aksi demonstrasi tetap menjadi salah satu bentuk penyampaian pendapat. Tetapi perlu diimbangi dengan diskusi yang membuka peluang pembahasan lebih mendalam. “Ini salah satu peran pemuda juga dalam rangka untuk berperan aktif dalam memberikan masukan-masukan positif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi juga menyinggung keberadaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan yang telah dimiliki DPRD Samarinda. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan memperkuat partisipasi generasi muda melalui berbagai aktivitas dan kegiatan kepemudaan.

Ia menegaskan, DPRD terbuka terhadap inisiatif dialog dari organisasi mahasiswa maupun kelompok pemuda lainnya. Ruang komunikasi tersebut dapat dibangun melalui pertemuan resmi di kantor DPRD maupun diskusi informal yang memungkinkan pertukaran gagasan berlangsung lebih dekat.

“Kita memberi ruang untuk kawan-kawan HMI, termasuk yang lain-lainnya, untuk berdialog. Bisa datang ke kantor atau nanti kita bisa kegiatan seperti ini atau di warung-warung kopi,” katanya.

Ia berharap, forum seperti yang digelar HMI Komisariat FKIP dapat terus dilaksanakan sebagai wadah komunikasi antara generasi muda dan para pemangku kebijakan. Melalui pertemuan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan kritik, masukan, serta gagasan yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Perbedaan pandangan antargenerasi tidak seharusnya menjadi sekat dalam membangun kota. Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu dipertemukan melalui komunikasi dan kegiatan kolaboratif. Kami harap, aksi dan kegiatan kepemudaan nantinya bisa dikolaborasikan dalam kegiatan keseharian di Kota Samarinda," pungkasnya. (hr/nk/adv)

Penulis: Hairil Riswan