SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan daya saing di tengah pesatnya pertumbuhan jaringan retail modern. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar usaha masyarakat tetap mampu bertahan dan berkembang.
Helmi
menilai keberadaan retail modern menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang
tradisional. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat pelaku UMKM
kehilangan semangat untuk berusaha, melainkan menjadi motivasi untuk terus
berbenah.
“Pedagang
sembako sempat menyampaikan bahwa dengan adanya retail-retail seperti
Indomaret, Alfamart, dan swalayan lainnya, pedagang tradisional sekarang banyak
yang mulai tersingkir. Ini memang menjadi tantangan kita bersama,” ujar Helmi
Abdullah, Kamis (2/7/2026).
Ia
mengatakan pelaku UMKM memang tidak harus meniru seluruh konsep yang diterapkan
retail modern. Namun, mereka perlu memperbaiki pengelolaan usaha, memperkuat
kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan berbagai akses permodalan yang
tersedia agar mampu bersaing.
Selain
itu, Helmi mencontohkan masih ada usaha tradisional yang mampu bertahan karena
memiliki strategi pelayanan yang berbeda. Salah satunya dengan membuka usaha
selama 24 jam sehingga tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat ketika toko
modern telah tutup.
“Ada
warung yang masih tetap eksis karena memiliki strategi sendiri. Saat retail
modern tutup, mereka masih melayani masyarakat sehingga tetap memiliki
pelanggan,” katanya.
Ia
juga mendorong pelaku UMKM untuk memberikan nilai tambah terhadap produk yang
dipasarkan, salah satunya melalui kemasan yang lebih menarik. Menurutnya,
tampilan produk yang baik dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas
peluang pasar.
“Kalau
UMKM ingin terus berkembang, produknya harus dikemas dengan baik sehingga
memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Di samping itu, pelaku usaha juga harus
terus belajar dan berinovasi agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar,”
tutup Helmi. (adv)
Penulis:
Netizenkaltim
