SAMARINDAKomisi IV DPRD Kota Samarinda mulai menyusun agenda kerja untuk Agustus 2026 dengan menempatkan evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai salah satu prioritas utama. Evaluasi tersebut akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna mengidentifikasi persoalan yang muncul selama proses penerimaan peserta didik tahun ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan pembahasan tersebut menjadi salah satu fokus dalam rapat internal komisi yang digelar menjelang memasuki agenda kerja bulan Agustus. Selain sektor pendidikan, Komisi IV juga menyiapkan sejumlah kegiatan pengawasan di bidang kesehatan dan perlindungan masyarakat.

"Kami dalam waktu dekat akan mengagendakan melakukan review kembali tentang sistem SPMB yang ada. Jadi nanti kemungkinan kami akan melibatkan beberapa pihak, bukan hanya Dinas Pendidikan. Kami ingin melihat apa saja yang hari ini menjadi kendala dalam pelaksanaan SPMB," ujar Novan, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, evaluasi tersebut diperlukan agar berbagai persoalan yang ditemukan selama proses penerimaan siswa baru dapat dipetakan secara komprehensif. Dengan begitu, hasil evaluasi nantinya dapat menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun berikutnya.

Novan menjelaskan, pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga akan menghimpun masukan dari berbagai pihak yang terlibat maupun terdampak dalam proses penerimaan murid baru. Langkah itu diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang lebih objektif dan tepat sasaran.

Selain evaluasi SPMB, Komisi IV juga menjadwalkan peninjauan ke sejumlah puskesmas di Kota Samarinda. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pemenuhan 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan berjalan sesuai ketentuan.

"Kemudian kami juga akan melakukan tinjauan ke puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Samarinda terkait pemenuhan 12 SPM tentang layanan dasar kesehatan," katanya.

Tak hanya itu, Komisi IV juga berencana melakukan audiensi sekaligus peninjauan ke Majelis Ulama Indonesia Kota Samarinda dan Pengadilan Agama Samarinda. Agenda tersebut akan membahas isu perlindungan anak, pola pengasuhan, hingga layanan dan pengawasan terhadap produk jajanan halal di Kota Samarinda.

"Selain itu kami juga akan melakukan audiensi ke MUI Kota Samarinda dan Pengadilan Agama berkaitan dengan persoalan kekerasan terhadap anak, pola asuh, serta layanan jajanan halal yang ada di Kota Samarinda," ungkap Novan. (adv)

Penulis: Hairil Riswan