SAMARINDA – Banjir rob yang rutin terjadi saat air Sungai Mahakam pasang dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat roda perekonomian di pusat Kota Samarinda. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda agar penanganannya segera dipercepat.
Anggota
Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan kawasan
Samarinda Kota merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang harus
mendapatkan perlindungan dari ancaman banjir rob. Menurutnya, genangan yang
terjadi berulang dapat berdampak terhadap kenyamanan masyarakat maupun para
pengunjung yang datang ke Kota Tepian.
“Banjirnya
memang berasal dari kawasan Samarinda Ilir, dari Sungai Karang Mumus saat air
pasang, tetapi dampaknya sampai ke Samarinda Kota,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Ia
menjelaskan Samarinda Kota menjadi kawasan strategis karena di dalamnya
terdapat berbagai pusat perdagangan, pusat perbelanjaan, hotel, hingga
fasilitas publik yang setiap hari menjadi tujuan masyarakat. Apabila banjir
terus terjadi tanpa penanganan yang memadai, aktivitas ekonomi dikhawatirkan
akan ikut terganggu.
“Kalau
dibiarkan berlarut-larut tentu bisa mengganggu masyarakat. Samarinda Kota itu
salah satu pusat perekonomian Kota Samarinda, ada mal, ada hotel, banyak
aktivitas masyarakat di sana,” katanya.
Menurut
Romadhony, keberadaan pusat-pusat ekonomi tersebut membuat penanganan banjir
tidak bisa ditunda. Selain berdampak terhadap warga lokal, kondisi itu juga
berpengaruh terhadap kenyamanan tamu maupun investor yang berkunjung ke
Samarinda.
Ia
berharap pemerintah dapat memprioritaskan langkah-langkah konkret agar
persoalan banjir rob tidak terus berulang setiap musim pasang. Dengan begitu,
aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal tanpa terganggu genangan
air.
“Takutnya
kalau ini berlarut-larut dapat mengganggu masyarakat dan orang-orang yang
datang ke Samarinda. Itu yang harus kita antisipasi bersama,” tutup Romadhony. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
