JAKARTA - Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjend) SMSI Pusat Makali Kumar memberikan arahan strategis dan menyeluruh kepada seluruh pengurus serta anggota SMSI se Tanah Air.
Pertemuan
intensif yang berlangsung di kantor Sekretariat SMSI Pusat, Jakarta, Jumat
(12/06/2026) ini membahas konstelasi politik nasional serta dampaknya terhadap
masa depan industri pers di Indonesia.
Dalam
kesempatan tersebut, Firdaus menggunakan papan tulis untuk memetakan secara
detail jaringan pengaruh politik, mulai dari geopolitik global, posisi
tokoh-tokoh kunci nasional, hingga pola arus informasi dan pemberitaan negara.
Langkah ini dilakukan guna memberikan pemahaman yang komprehensif bagi pengurus
SMSI dalam menavigasi media siber di daerah masing-masing.
"Sebagai
organisasi media siber terbesar, kita harus jeli melihat ke mana arah angin
perubahan bergerak. Pemetaan ini penting agar seluruh anggota SMSI di daerah
tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu menjadi pemandu informasi yang
sehat, objektif, dan tepercaya bagi masyarakat," ujar Firdaus di hadapan
jajaran pengurus yang hadir.
Firdaus menekankan
pentingnya independensi, profesionalisme, serta ketajaman analisis media siber
di bawah naungan SMSI. Saat ini, lanskap media sangat dinamis. Sehingga
pemilik media dan jurnalis dituntut memiliki sensitivitas tinggi terhadap
isu-isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pertemuan
tatap muka ini digelar sebagai langkah responsif SMSI Pusat dalam menyikapi
dinamika nasional terkini. Melalui pemetaan tersebut, SMSI berkomitmen menjaga
independensi serta meningkatkan kualitas jurnalisme anggotanya di seluruh
daerah, sekaligus memastikan bahwa suara dari daerah tetap memiliki ruang yang
kuat di kancah nasional.
Jalannya
arahan berlangsung interaktif. Firdaus secara runut mengurai poin-poin penting
dari diagram pengaruh yang ia buat, dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama
para fungsionaris pusat mengenai langkah taktis yang perlu diambil oleh
pengurus SMSI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Arahan
ini diharapkan menjadi panduan bagi ribuan media siber yang tergabung dalam
SMSI untuk tetap solid, adaptif, dan terus menjaga marwah jurnalisme yang
berintegritas di tengah dinamika bangsa. (red)
.jpg)