SAMARINDADinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Kota Samarinda menunjukkan angka realisasi yang cukup baik dalam agenda hearing bersama komisi II DPRD Samarinda yang membahas realisasi kegiatan dan keuangan triwulan II tahun anggaran 2026 dan rencana kegiatan tahun 2027 yakni sebesar 42,41 persen, namun dibalik itu terdapat sejumlah program strategis yang justru belum berjalan optimal.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi mengungkapkan, setelah telaah yang dilakukan, didapatkan fakta bahwa beberapa program yang berkaitan langsung dengan penguatan ketahanan pangan masih menunjukkan tingkat realisasi yang sangat rendah.

"Bahkan, ada kegiatan yang hingga pertengahan tahun belum memiliki serapan anggaran sama sekali," ungkap Iswandi, Rabu (24/6/2026).

Iswandi berujar, berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, program ketahanan dan diversifikasi pangan baru terealisasi sebesar 6,13 persen. Angka tersebut dinilai belum sebanding dengan pentingnya program tersebut dalam mendukung ketersediaan dan keberagaman pangan masyarakat.

Selain itu, program penanganan kerawanan pangan tercatat masih berada pada angka nol persen. Kondisi serupa juga ditemukan pada program cadangan pangan daerah yang hingga triwulan kedua belum menunjukkan realisasi dari pagu anggaran yang telah dialokasikan.

“Program ketahanan dan diversifikasi pangan baru sekitar 6,13 persen. Penanganan kerawanan pangan masih nol persen. Cadangan pangan juga masih nol persen dari pagu yang sudah disiapkan,” kata Iswandi.

Menurutnya, rendahnya capaian sejumlah program tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat masih perlu mendapat perhatian serius. Padahal, program-program tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Iswandi menilai keberhasilan sebuah organisasi perangkat daerah tidak hanya diukur dari besarnya total serapan anggaran. Yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana program-program yang telah direncanakan benar-benar berjalan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Karena itu, Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong Dinas Ketapang untuk mempercepat pelaksanaan program pada semester kedua agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai dan manfaatnya segera dirasakan warga.

“Jangan sampai program yang menyentuh petani, ketahanan pangan, bantuan masyarakat, dan penyuluhan justru tertinggal. Semester kedua harus dimaksimalkan agar anggaran yang ada benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Iswandi. (adv)

Penulis: Hairil Riswan