SAMARINDA – Ditengah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) Non-Subsidi jenis Pertamax yang menyentuh angka Rp.16.250, Ketersediaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di Pom sekitar turut dikeluhkan masyarakat Kota Samarinda. Persoalan tersebut dinilai perlu segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun sektor perekonomian yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Ketua
DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah mengatakan pihaknya akan terus
berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memperoleh kepastian terkait
distribusi serta langkah antisipasi agar pasokan Pertalite tetap terjaga.
"Yang
menjadi perhatian masyarakat saat ini bukan hanya soal harga, tetapi bagaimana
BBM yang dibutuhkan itu selalu tersedia ketika diperlukan. Itu yang harus
menjadi fokus bersama," ujar Helmi, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya,
DPRD telah melakukan komunikasi awal dengan Pertamina untuk mengetahui penyebab
kelangkaan yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Dari hasil koordinasi
tersebut, distribusi BBM ke Kota Samarinda disebut masih berjalan sebagaimana
mestinya.
Namun,
Helmi mengatakan tingginya kebutuhan masyarakat membuat stok di sejumlah
stasiun pengisian bahan bakar cepat habis sehingga memunculkan kesan terjadi
kelangkaan di lapangan. Kondisi ini, menurutnya, perlu diantisipasi agar tidak
terus berulang.
"Informasi
yang kami terima, pasokan sebenarnya tetap berjalan. Hanya saja permintaan
masyarakat cukup tinggi sehingga perlu ada langkah antisipasi agar tidak sampai
terjadi kekosongan di lapangan," katanya.
Ia
menilai koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Pertamina harus terus
diperkuat untuk memastikan distribusi BBM berjalan lebih efektif. Selain
menjaga ketersediaan stok, evaluasi terhadap pola penyaluran juga diperlukan
agar distribusi dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.
Ia
berharap pembahasan lanjutan bersama pihak terkait dapat menghasilkan langkah
konkret dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di Samarinda, sehingga kebutuhan
masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu akibat
keterbatasan ketersediaan bahan bakar.
"Kami
ingin masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan Pertalite. Karena itu
komunikasi dengan Pertamina akan terus kami lakukan agar setiap kendala
distribusi bisa segera ditemukan solusinya," tegas Helmi. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
