SAMARINDA – Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) dinilai menjadi langkah nyata pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kehadiran program tersebut dianggap mampu memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan lebih baik.
Hal
itu disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, pasca kegiatan Open
House Sekolah Rakyat Terintegrasi yang digelar di SRT 24 Samarinda, Balai
Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur), Jalan Cipto
Mangun Kusumo Km 2, Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota
Samarinda, Senin (22/6/2026). "Saya terharu, terlihat banyak perkembangan
positif yang ditunjukkan para peserta didik," ungkap Helmi.
Ia
menjelaskan, perubahan yang terjadi tidak hanya terlihat dari sisi akademik,
tetapi juga dari pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga kebiasaan baik
dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari
cerita kepala sekolah dan pengurus asrama, banyak sekali perubahan yang terjadi
pada anak-anak. Mulai dari etika, sopan santun, ibadah sampai prestasi mereka,”
ujar Helmi.
Ia
mengaku memberikan apresiasi terhadap perkembangan siswa Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kesempatan pendidikan yang diberikan melalui program tersebut mampu
menggali potensi anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses akibat
beban ekonomi.
Helmi
turut mengapresiasi kemampuan para siswa saat menampilkan berbagai bakat dalam
kegiatan tersebut. Ia menilai penampilan para peserta didik menunjukkan bahwa
mereka memiliki kemampuan besar apabila diberikan lingkungan belajar yang
mendukung.
“Anak-anak
tampil luar biasa. Ada yang menggunakan bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa
Mandarin, bahasa Kutai, bahasa Banjar dan lainnya. Ini menunjukkan perkembangan
yang sangat baik,” katanya.
Menurut
Helmi, salah satu nilai penting dari Sekolah Rakyat adalah menghadirkan
kesetaraan dalam memperoleh pendidikan. Dengan berbagai fasilitas yang
diberikan, peserta didik dapat lebih fokus belajar tanpa terbebani persoalan
keterbatasan ekonomi.
Ia
berharap program tersebut terus diperkuat dan dikembangkan sehingga semakin
banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan pendidikan
yang berkualitas.
“Yang
penting anak-anaknya mau sekolah. Negara sudah hadir memberikan fasilitas
sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan lebih setara,”
tutup Helmi. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
