Ingatkan Efisiensi Anggaran, Komisi II DPRD Samarinda Sebut Ikon Baru Kota Bukan Prioritas

SAMARINDADi tengah munculnya wacana pembongkaran menara di kawasan Taman Samarendah, DPRD Kota Samarinda mengingatkan pentingnya menjaga efisiensi penggunaan anggaran daerah. Pembangunan ikon baru dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak dibandingkan berbagai program pelayanan publik yang masih memerlukan dukungan anggaran.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang setiap rencana yang berpotensi menimbulkan pengeluaran baru dari APBD.

Menurutnya, jika fasilitas yang ada saat ini masih layak digunakan, maka langkah yang lebih bijak adalah melakukan pemeliharaan dibanding membongkar dan membangun kembali dari awal.

“Kita juga harus melihat kondisi fiskal daerah saat ini. Jangan sampai sesuatu yang masih layak kemudian dibongkar dan menimbulkan kebutuhan anggaran baru yang besar,” kata Abdul Rohim, Kamis (18/6/2026).

Ia menilai kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan layanan publik masih jauh lebih penting untuk menjadi prioritas penganggaran pemerintah daerah. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus memperhatikan skala prioritas yang jelas.

Menurut Abdul Rohim, pembangunan ikon baru tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari perencanaan, konstruksi hingga pemeliharaan. Sementara di sisi lain, masih terdapat berbagai sektor yang memerlukan perhatian pemerintah.

“Kalau anggaran yang ada bisa digunakan untuk program yang manfaatnya lebih langsung dirasakan masyarakat, tentu itu lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD tidak menolak pengembangan kawasan kota. Namun, langkah tersebut harus mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran serta manfaat yang diperoleh masyarakat secara luas.

Dalam konteks menara Taman Samarendah, Abdul Rohim menilai pemerintah sebaiknya terlebih dahulu memastikan kondisi bangunan melalui kajian teknis yang objektif. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bangunan masih aman dan layak, maka pembongkaran tidak perlu dilakukan.

"Kalau memang aman dan masih layak, tentu lebih baik dipertahankan daripada mengeluarkan biaya besar untuk membangun yang baru,” tegasnya.

Ia berharap setiap kebijakan pembangunan di Samarinda ke depan tetap mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat sehingga anggaran daerah dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembangunan kota. (adv)

Penulis: Hairil Riswan