SAMARINDA – Wacana pembongkaran menara di kawasan Taman Samarendah mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda. Dewan menilai keputusan tersebut tidak dapat dilakukan secara terburu-buru dan harus didasarkan pada kajian teknis yang jelas.
Anggota
Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan alasan yang berkembang
terkait rencana pembongkaran adalah adanya dugaan korosi yang dikhawatirkan
dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
Meski
demikian, ia menilai informasi tersebut perlu diverifikasi terlebih dahulu
melalui pemeriksaan teknis yang komprehensif sebelum pemerintah mengambil
keputusan.
“Kalau
memang ada alasan keselamatan tentu harus diperiksa secara serius. Tetapi
semuanya harus diverifikasi dulu, jangan hanya berdasarkan asumsi,” kata Abdul
Rohim, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya,
dari sisi tampilan dan fungsi kawasan, keberadaan menara tersebut masih
memiliki nilai estetika yang baik dan telah menjadi salah satu elemen yang
dikenal masyarakat Samarinda.
“Kalau
dilihat secara sederhana, sebenarnya masih sangat layak. Dari sisi estetika
juga masih bagus dan menjadi bagian dari wajah kota,” ujarnya.
Abdul
Rohim menegaskan bahwa apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada
kerusakan yang membahayakan keselamatan publik, maka pembongkaran sebaiknya
tidak dilakukan. Pemerintah dinilai cukup melakukan perawatan atau perbaikan
yang diperlukan.
Selain
aspek teknis, ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kondisi fiskal
daerah saat ini. Menurutnya, pembongkaran yang kemudian diikuti pembangunan
ikon baru berpotensi memerlukan anggaran yang tidak sedikit.
“Kalau
yang ada sekarang masih layak lalu dibongkar dan diganti dengan yang baru,
tentu membutuhkan biaya lagi. Padahal masih banyak kebutuhan pelayanan
masyarakat yang lebih prioritas,” tegasnya.
Karena
itu, DPRD mendorong agar pemerintah kota lebih mengedepankan kajian keselamatan
dan efisiensi anggaran sebelum mengambil keputusan terkait masa depan menara
tersebut.
"Kita
berharap fasilitas yang masih layak dapat terus dimanfaatkan sambil tetap
memastikan keamanan masyarakat sebagai pertimbangan utama," pungkasnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
