DPRD Samarinda Minta Verifikasi Penerima Bantuan Bedah Rumah Diperketat

SAMARINDAKomisi III DPRD Kota Samarinda menekankan pentingnya mekanisme verifikasi yang ketat dalam penyaluran bantuan bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah tersebut dinilai penting agar program benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan dan menghindari penerima yang tidak memenuhi kriteria.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan isu tersebut menjadi salah satu pembahasan saat menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Balikpapan terkait mekanisme pelaksanaan program bedah rumah bagi MBR. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran, tetapi juga ketepatan sasaran penerima bantuan.

"Kita sampaikan bahwa perlu diupayakan pengawasan terhadap warga yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan tersebut," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Rohim menjelaskan, proses verifikasi harus mampu memastikan bahwa rumah yang menerima bantuan memang masuk kategori tidak layak huni. Dengan demikian, tidak ada warga yang sebenarnya masih memiliki kondisi rumah layak justru memperoleh bantuan lebih dahulu dibanding masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Jangan sampai ada warga yang mendapatkan bantuan tapi sebenarnya tidak memenuhi kategori. Artinya rumahnya masih cukup layak dihuni, sementara ada warga lain yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan justru belum mendapat bantuan," katanya.

Ia menilai mekanisme pengawasan perlu diperkuat sejak tahap pendataan hingga pelaksanaan di lapangan. Hal itu penting untuk menjaga akuntabilitas program sekaligus memastikan anggaran pemerintah dimanfaatkan secara optimal.

"Karena itu mekanisme pengawasannya juga perlu dilakukan supaya program ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang memang membutuhkan," tegasnya.

Menurut Rohim, evaluasi terhadap proses verifikasi selama ini juga terus menjadi perhatian Komisi III setiap kali menggelar rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Berbagai masukan dari masyarakat disebut menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan program bedah rumah semakin efektif.

Ia berharap hasil diskusi bersama DPRD Kota Balikpapan dapat menjadi referensi untuk memperkuat sistem verifikasi di masing-masing daerah.

"Agar bantuan ini benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di hunian tidak layak,"pungkas Rohim. (adv)

Penulis: Hairil Riswan