SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan regulasi dan perizinan bagi pelaku usaha yang ingin terlibat sebagai pemasok dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat ekonomi dari program nasional itu dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ketua
DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan kebutuhan bahan pangan dalam
jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan MBG harus diimbangi dengan kemudahan
akses bagi pelaku usaha lokal yang ingin berpartisipasi.
Menurutnya,
pemerintah perlu memastikan proses administrasi dan perizinan tidak menjadi
hambatan bagi pemasok yang ingin menyalurkan produknya ke dapur-dapur MBG.
Dengan demikian, distribusi kebutuhan program dapat berjalan lebih lancar.
"Yang
jelas kita berharap regulasinya dipermudah. Jadi pemasoknya jangan dipersulit
dari sisi izin maupun birokrasi," kata Helmi, Rabu (3/6/2026)
Ia
menilai kemudahan tersebut penting untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha
lokal ikut terlibat dalam rantai pasok program yang menyasar ribuan siswa
tersebut. Semakin banyak pelaku usaha yang terlibat, semakin besar pula dampak
ekonomi yang dihasilkan.
Selain
perizinan, Helmi juga menyoroti proses distribusi barang yang terkadang
menghadapi berbagai kendala administratif. Menurutnya, prosedur yang terlalu
panjang dapat memperlambat pasokan kebutuhan pangan.
"Apalagi
kalau mendatangkan barang dari luar, jangan sampai terlalu banyak yang harus
diurus sehingga justru menghambat proses distribusi," ujarnya.
Ia
berharap pemerintah mampu menciptakan sistem yang efisien tanpa mengabaikan
aspek pengawasan dan kualitas produk. Dengan begitu, kebutuhan program dapat
terpenuhi sekaligus memberikan ruang bagi dunia usaha untuk berkembang.
Helmi
menambahkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kesiapan dapur
dan penerima manfaat, tetapi juga pada kelancaran rantai pasok yang melibatkan
banyak pelaku usaha.
"Penyederhanaan
birokrasi tentu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesuksesan
program MBG ini," pungkasnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
