SAMARINDA – Kekurangan tenaga pendidik akibat tingginya angka pensiun guru menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi Pemerintah Kota Samarinda. DPRD Kota Samarinda menilai optimalisasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Ketua
DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan kebutuhan guru akan terus meningkat
seiring bertambahnya jumlah tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun dalam
beberapa tahun terakhir.
Menurutnya,
kondisi tersebut memang berpotensi menimbulkan kekurangan guru di sejumlah
sekolah apabila tidak diimbangi dengan upaya pemenuhan kebutuhan tenaga
pendidik.
"Yang
jelas memang kalau masalah kebutuhan, dengan banyaknya guru yang pensiun tentu
akan terjadi kekurangan," kata Helmi, Kamis (4/6/2026)
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tenaga PPPK saat ini perlu dimaksimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah. Langkah tersebut dinilai lebih realistis di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. "Makanya kita berharap yang sekarang ada, terutama PPPK itu bisa dimaksimalkan," ujarnya.
Helmi
menegaskan bahwa penambahan tenaga pendidik baru tidak hanya bergantung pada
kebutuhan lapangan, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan fiskal
pemerintah daerah. Setiap kebijakan rekrutmen tentu akan berdampak pada beban
anggaran daerah.
Menurutnya,
kondisi keuangan setiap daerah tidak sama. Bahkan di sejumlah wilayah lain
terdapat pemerintah daerah yang harus melakukan penyesuaian terhadap tenaga
kerja karena keterbatasan anggaran.
"Kalau
Samarinda sampai saat ini posisinya masih aman. Tetapi kalau mau menambah lagi
tentu harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tegasnya.
Ia
berharap pemerintah dapat terus melakukan perhitungan yang matang terkait
kebutuhan guru ke depan, agar tenaga pengajar berbanding lurus antara kebutuhan
dan personil yang tersedia.
"Dengan
perencanaan yang tepat, kekurangan tenaga pendidik dapat diatasi tanpa
mengganggu stabilitas keuangan daerah," pungkasnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
