SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda memberikan apresiasi terhadap kinerja PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Samarinda dalam rapat hearing yang membahas neraca keuangan tahun 2025 dan 2026 serta rencana kegiatan bisnis tahun 2027. Dalam evaluasi tersebut, bank milik daerah itu dinilai berhasil menunjukkan perbaikan kinerja setelah beberapa tahun melakukan pembenahan internal.
Ketua
Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan capaian BPR Samarinda
sepanjang tahun 2025 layak diapresiasi karena mampu membukukan laba sekaligus
memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembagian
dividen kepada Pemerintah Kota Samarinda.
"Kalau
kita lihat untuk laporan semester pertama ini, di 2025 mereka berhasil
mencatatkan laba selama BPR itu berdiri. Pemerintah Kota juga mendapatkan
dividen sebesar Rp500 juta," ujar Iswandi, Senin (29/6/2026).
Ia
menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras jajaran direksi
yang dalam beberapa tahun terakhir fokus melakukan pembenahan tata kelola
perusahaan, terutama menyelesaikan persoalan kredit bermasalah yang diwarisi
dari kepengurusan sebelumnya.
"Secara
umum ya baguslah. Mereka ini direksi-direksi yang bersih-bersih sebenarnya.
Yang sebelumnya itu membuat masalah, meninggalkan hutang-hutang kredit
bermasalah. Nah, ini sudah tiga atau empat tahun mereka bisa membenahi,"
katanya.
Menurut
Iswandi, salah satu indikator keberhasilan pembenahan tersebut terlihat dari
rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berhasil ditekan
hingga nol persen. Kondisi itu menjadi modal penting bagi BPR untuk menjaga
kesehatan perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Yang
kemarin sudah bisa menurunkan NPL atau kredit bermasalah itu nol, malah bisa
membuat laba. Secara umum kita apresiasi," tegasnya.
Selain
itu, ia mengungkapkan hasil audit terhadap BPR Samarinda juga menunjukkan
perkembangan yang menggembirakan. Bank tersebut memperoleh penilaian kesehatan
kategori satu, yang menandakan kondisi operasional dan tata kelolanya berada
pada level yang sangat baik.
"Hasil
auditnya juga bagus. Kemudian kategori kesehatan masuk kategori satu, sangat
bagus. Tinggal dipertahankan saja karena saya lihat direkturnya juga cukup
hati-hati dalam mengambil langkah," pungkasnya. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
