SAMARINDA — Permasalahan banjir yang masih rutin terjadi di kawasan Wijaya Kusuma kembali menjadi sorotan dalam agenda reses Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. Dalam pertemuan bersama warga, persoalan drainase hingga penataan kawasan padat penduduk menjadi keluhan utama masyarakat.
Novan
mengatakan, reses kali ini memiliki makna tersendiri baginya karena
dilaksanakan di lingkungan tempat ia tumbuh sejak kecil. Menurutnya,
perkembangan kawasan yang semakin padat membuat berbagai persoalan lingkungan
ikut meningkat dari tahun ke tahun.
“Reses
hari ini cukup berbeda karena ini wilayah tempat tinggal saya sejak kecil.
Wijaya Kusuma ini selain padat penduduk juga padat lalu lintas, sehingga
persoalan yang muncul juga cukup banyak,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia
menjelaskan, titik banjir yang paling sering dikeluhkan warga berada di kawasan
WK 12 dan WK 14. Selain berada di lingkungan permukiman, jalur tersebut juga
menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan sekitar Siradj Salman sehingga
genangan air kerap mengganggu aktivitas warga.
“Permasalahan
utamanya tetap banjir. WK 12 dan WK 14 ini hampir setiap tahun terdampak karena
memang jalurnya padat dan menjadi akses umum masyarakat,” katanya.
Dalam
dialog bersama warga, usulan peningkatan kapasitas drainase menjadi salah satu
aspirasi yang paling banyak disampaikan. Warga menilai ukuran saluran yang ada
saat ini sudah tidak lagi mampu menampung debit air ketika hujan turun dengan
intensitas tinggi.
Novan
menyebut saluran drainase yang saat ini memiliki lebar sekitar 50 sentimeter
diusulkan untuk diperbesar hingga mencapai sekitar satu meter agar aliran air
lebih lancar dan tidak lagi tertahan di lingkungan permukiman.
“Usulannya
drainase ditingkatkan dari ukuran standar menjadi lebih besar, kurang lebih
satu meter. Ini supaya air yang tertumpuk di blok-blok bisa langsung
tersalurkan dengan lancar,” jelasnya.
Ia
menambahkan, pengerjaan drainase di kawasan WK 12 ditargetkan mulai
direalisasikan pada tahun ini. Perbaikan akan difokuskan di jalur dari Jembatan
Siradj Salman menuju arah pom bensin di Jalan Juanda agar aliran air menuju
Sungai Karang Asam Kecil dapat berjalan optimal.
Menurut
Novan, penanganan banjir tidak cukup hanya melalui proyek jangka pendek. Karena
itu, DPRD bersama pihak terkait juga mulai menyiapkan blueprint penataan
kawasan Wijaya Kusuma untuk beberapa tahun ke depan.
“Kita
ingin ada blueprint yang jelas sehingga dalam dua sampai tiga tahun ke depan
persoalan inti di kawasan ini bisa terselesaikan dan manfaatnya benar-benar
dirasakan masyarakat,” tutupnya. (adv)
