DPRD Samarinda Terima Kunker DPRD Nunukan

SAMARINDADPRD Kota Samarinda kembali menerima kunjungan kerja dari legislator daerah lain untuk sharing terkait kelembagaan. Kali ini, rombongan anggota DPRD Kabupaten Nunukan datang untuk mempelajari mekanisme penyerapan reses hingga pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD di Kota Tepian.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan kunjungan tersebut lebih banyak membahas pola pengelolaan aspirasi masyarakat serta sistem penganggaran yang diterapkan di Samarinda.

“Mereka ingin studi banding ke sini terkait bagaimana tata cara penyerapan reses dan juga pokir,” ujarnya, Senin (25/5/2026)

Selain membahas mekanisme kerja DPRD, pertemuan tersebut juga menyinggung persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Celni, rombongan DPRD Nunukan menaruh perhatian terhadap capaian PAD Samarinda yang dinilai jauh lebih tinggi dibanding daerah mereka.

“Ada juga ngobrol sedikit terkait PAD. Mereka mempertanyakan kenapa PAD Samarinda bisa jauh lebih tinggi,” katanya.

Legislator Nasdem itu menjelaskan, tingginya PAD Samarinda tidak lepas dari jumlah penduduk yang lebih besar serta aktivitas ekonomi yang lebih padat dibanding Nunukan. Salah satu sektor yang paling berkontribusi terhadap PAD adalah perparkiran.

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa PAD kita lebih tinggi dari sektor perparkiran. Nunukan wilayahnya luas, tapi penduduknya sedikit, jadi PAD mereka tentu lebih rendah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Samarinda dalam beberapa waktu terakhir memang cukup sering menerima kunjungan kerja dari daerah lain. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya ketertarikan terhadap tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah di Samarinda.

Meski demikian, Celni menegaskan DPRD Samarinda tetap selektif dalam melakukan kunjungan balasan. Ia berujar Seluruh agenda perjalanan dinas harus mempertimbangkan kebutuhan serta pembagian tugas antaranggota dewan.

“Kita harus berbagi tugas dengan anggota dewan yang lain. Kalau ada yang berangkat, harus ada juga yang stay di kantor supaya aktivitas tetap berjalan,” ungkapnya.

Ia memastikan kinerja kedewanan DPRD Kota Samarinda tidak boleh terganggu hanya karena kunjungan kerja. Karena itu, penjadwalan keberangkatan anggota dewan selalu diatur agar fungsi kelembagaan tetap berjalan optimal. “Kalau memang ada kebutuhan, tentu kita berangkat. Tapi kalau tidak ada hal yang memang harus dituju, ya mungkin tidak dilakukan,” pungkas Celni. (adv)

Penulis: Hairil Riswan