DPRD Samarinda Terima Aspirasi Minimnya RTH

SAMARINDAKetersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan permukiman padat menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, saat melaksanakan reses di wilayah Wijaya Kusuma.

Dalam dialog bersama warga dan tokoh masyarakat, Novan menyebut kawasan tersebut saat ini nyaris tidak memiliki ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul maupun beraktivitas olahraga.

“Permasalahan lainnya adalah hari ini kami tidak punya lahan terbuka hijau. Padahal dulu kawasan ini memiliki ruang untuk masyarakat berkumpul,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026)

Menurutnya, keberadaan ruang publik penting untuk menjaga interaksi sosial warga di tengah kondisi lingkungan yang semakin padat. Karena itu, pihaknya berencana melakukan rembuk bersama tokoh masyarakat untuk mencari solusi penyediaan ruang bersama.

“Kami ingin Wijaya Kusuma ini kembali seperti 20 atau 30 tahun lalu, ada tempat berkumpul semua usia dan ada fasilitas olahraga juga,” katanya.

Novan menjelaskan, salah satu opsi yang mulai dibicarakan ialah pemanfaatan sebagian area di sekitar masjid yang berada di kawasan tersebut. Ia menyebut lokasi itu dulunya memang termasuk kawasan fasilitas umum dalam perencanaan perumahan.

“Mungkin nanti akan dibicarakan dengan pengurus masjid apakah ada space yang bisa digunakan secara umum. Karena dulu di kawasan perumahan memang wajib ada fasilitas olahraga dan tempat ibadah,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan wacana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar tetap memperhatikan fungsi utama area masjid dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kita hanya berharap ada sedikit ruang yang bisa dimanfaatkan bersama. Karena kalau aktivitas olahraga bercampur langsung di lingkungan masjid tentu agak repot juga,” ucap Novan.

Ia berharap keberadaan RTH nantinya tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga dapat mendukung aktivitas sosial dan kesehatan masyarakat di lingkungan Wijaya Kusuma.

“Kalau ada ruang terbuka yang baik, masyarakat bisa punya tempat berinteraksi, olahraga, dan anak-anak juga punya ruang bermain yang lebih layak,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan