SAMARINDA — Persoalan kekurangan tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada jalannya proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran siswa dalam jangka panjang.
Anggota
Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan kekosongan guru kelas
merupakan persoalan yang cukup krusial karena berkaitan langsung dengan
aktivitas belajar siswa setiap hari.
Menurutnya,
absennya guru kelas tanpa pengganti akan membuat kegiatan belajar di kelas
tidak berjalan maksimal. Bahkan, dalam kondisi tertentu, siswa bisa kehilangan
jam pelajaran selama berhari-hari.
“Kalau
satu hari saja tidak ada guru kelas, otomatis jam belajar anak-anak kosong.
Bayangkan kalau kondisi itu berlangsung sampai satu minggu,” ujarnya, Selasa
(19/5/2026).
Ia
menilai, situasi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena akan berdampak pada
capaian pembelajaran siswa. Terlebih di tingkat sekolah dasar, peran guru kelas
dinilai sangat penting dalam mendampingi proses belajar anak secara menyeluruh.
Ismail
mengungkapkan, hingga kini masih ditemukan sejumlah sekolah yang mengalami
kekosongan tenaga pengajar. Kondisi itu membuat sekolah harus mencari cara agar
proses pembelajaran tetap berjalan meski dengan keterbatasan tenaga guru.
“Ini
bukan sekadar persoalan administrasi kekurangan pegawai. Yang terdampak
langsung adalah anak-anak dan kualitas pendidikan mereka,” katanya.
Karena
itu, DPRD Samarinda mendorong pemerintah daerah agar memiliki mekanisme cepat
untuk mengatasi kekosongan guru di sekolah, khususnya pada jenjang sekolah
dasar.
Menurut
Ismail, kebutuhan tenaga pendidik seharusnya dipetakan secara lebih terukur
agar potensi kekurangan guru dapat diantisipasi lebih awal sebelum berdampak
pada kegiatan belajar mengajar.
“Perencanaan
kebutuhan guru harus berbasis data dan dihitung secara matang. Jangan sampai sekolah
baru mencari solusi setelah kelas mulai kosong,” tegasnya.
Ia
berharap persoalan kekurangan guru dapat segera menjadi perhatian bersama,
mengingat pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kemampuan
akademik dan karakter siswa. (adv)
Penulis:
Hairil Riswan
