DPRD Samarinda Sebut Pengelolaan Parkir Profesional Lebih Efektif Tekan Kebocoran PAD

SAMARINDADPRD Kota Samarinda menilai pengelolaan parkir secara profesional menjadi salah satu langkah penting untuk menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Selama ini, sistem pengelolaan tradisional dinilai masih menyisakan banyak celah dalam proses penarikan retribusi.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pemerintah kota mulai mendorong perubahan pola pengelolaan parkir agar lebih tertata dan transparan.

“Kalau tidak profesional, kebocoran itu tetap bisa terjadi. Makanya sekarang ada beberapa perparkiran yang dikelola lembaga profesional,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Celni, pengelolaan profesional diperlukan untuk memastikan sistem pencatatan dan penarikan retribusi berjalan lebih akurat. Terlebih, sektor parkir selama ini menjadi salah satu penyumbang PAD yang cukup besar bagi Samarinda.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah kota tetap melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan parkir, khususnya di kawasan-kawasan tertentu yang masih menggunakan sistem manual. “Tapi yang masih tradisional dan merekrut warga setempat, itu tetap harus kita bina,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang direkrut menjadi petugas parkir tetap membutuhkan pelatihan agar mampu mengikuti perubahan sistem yang mulai berbasis digital dan lebih modern.

“Kita harus melakukan pelatihan-pelatihan supaya mereka lebih mengerti. Karena selama ini banyak yang tahunya masih manual,” ungkap Celni.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar sistem parkir modern bisa berjalan efektif tanpa menimbulkan kebingungan di lapangan.

Selain itu, DPRD juga mendorong agar organisasi perangkat daerah terkait aktif melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan parkir. “Kalau SDM-nya siap, tentu pengelolaan parkir juga bisa lebih baik dan kebocoran bisa ditekan,” jelasnya.

Celni berharap pembenahan sektor parkir tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mampu menciptakan sistem pelayanan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan hanya pendapatan naik, tapi pengelolaan parkir di Samarinda juga lebih rapi dan transparan,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Hairil Riswan